Berita Terbaru Ekonomi & Bisnis Kesehatan Kriminal Lifestyle Malang Raya Nusantara Olahraga Opini Pemilu 2024 Pendidikan Peristiwa Sosok Teknologi Wisata & Kuliner

Program Satu Desa Satu Dokter di Kota Batu Baru Menjangkau 16 Wilayah

Fajar Andre Setiawan • 2026-03-16 09:46:20
LAYANI MASYARAKAT: Beberapa tenaga kesehatan melayani kegiatan Posyandu dan Medical Check Up di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu.
LAYANI MASYARAKAT: Beberapa tenaga kesehatan melayani kegiatan Posyandu dan Medical Check Up di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu beberapa waktu lalu.

BATU - Pemerataan layanan kesehatan di Kota Batu belum sepenuhnya beres. Hingga pertengahan Maret ini, program Satu Desa Satu Dokter baru menjangkau 16 dari 24 desa dan kelurahan. Artinya, masih ada enam wilayah yang belum memiliki dokter tetap. Pemerintah Kota Batu menarget rekrutmen tambahan dokter rampung April-Mei nanti.

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan kebutuhan enam dokter itu ditargetkan dapat dipenuhi tahun ini. Rekrutmen, kata dia, akan mulai digulirkan pada triwulan kedua. “Kami upayakan April atau Mei dilakukan rekrutmen untuk menambah tenaga lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Bantuan Alat Kesehatan Makin Menurun, Hanya 9 Warga Lolos Verifikasi

Selama ini, enam wilayah yang belum memiliki dokter tetap mengandalkan layanan dari puskesmas pembantu di sekitar lokasi. Skema tersebut diakui belum ideal. Tenaga medis harus membagi fokus pelayanan di lebih dari satu titik.

Akibatnya, respons terhadap keluhan warga berpotensi tidak maksimal. Kondisi itu memperlihatkan target satu dokter di setiap desa belum sepenuhnya ditopang kecukupan sumber daya manusia. Di satu sisi, program ini sudah berjalan.

Baca Juga: Ramp Check Kota Batu Sediakan Pelayanan Kesehatan untuk Menjamin Kesehatan Para Sopir dan Pengunjung di Kota Batu

Namun di sisi lain, kekurangan tenaga membuat akses layanan belum setara di seluruh wilayah. Nurochman mengakui kehadiran dokter di desa penting untuk mempercepat penanganan awal.

Menurut dia, warga tidak selalu harus datang ke rumah sakit untuk memeriksakan keluhan ringan, seperti tekanan darah tinggi atau gangguan kesehatan dasar lainnya. Manfaat layanan tersebut, lanjut dia, paling dirasakan kelompok rentan.

Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita membutuhkan pemantauan rutin yang sulit ditunda. Karena itu, dokter yang hadir langsung di desa dinilai dapat membuat layanan lebih dekat, cepat, dan personal. “Itu mengapa kami berkomitmen menjadikan penambahan dokter sebagai prioritas utama tahun ini,” katanya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#posyandu #kota batu #layanan #kesehatan