BATU - Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap pertama triwulan I untuk 23 madrasah di Kota Batu akhirnya mulai dilakukan setelah sempat tersendat akibat kendala pada sistem administrasi. Proses pengambilan dana sudah dapat dilakukan di Bank Mandiri KCP Batu kemarin (10/3).
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Batu Siti Nur Jamilah mengatakan pencairan dilakukan setelah seluruh proses administrasi selesai diverifikasi.
“Dana sudah dipastikan cair sejak pekan lalu sesuai pengajuan. Sekarang proses pengambilan di bank,” ujarnya.
Sebelumnya, proses pengajuan sempat mengalami kendala karena aplikasi Elektronik Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (e-RKAM) tidak dapat diakses hingga mendekati batas akhir pengajuan pada 3 Maret. Gangguan sistem tersebut sempat membuat delapan madrasah berpotensi gagal mengajukan pencairan dana BOS.
Namun pada hari terakhir pengajuan, seluruh madrasah akhirnya berhasil menyelesaikan proses administrasi. Setelah melalui tahapan verifikasi sekitar satu pekan, dana BOS baru dapat dicairkan. “Semua akhirnya bisa mengajukan sebelum penutupan,” kata Jamilah.
Secara keseluruhan terdapat 23 madrasah yang mengajukan dana BOS tahun ini. Rinciannya meliputi 14 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 5 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 4 Madrasah Aliyah (MA).
Jumlah tersebut belum termasuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Batu yang baru berdiri. Madrasah negeri tersebut berada di bawah satuan kerja Kementerian Agama Kota Batu, sehingga mekanisme pengelolaannya berbeda dengan 23 madrasah lain.
“MIN Batu mengikuti pengelolaan di satker Kemenag Kota Batu,” ujarnya. Sementara itu, operator e-RKAM MTs Al-Hidayah Kota Batu Renita Esfazza mengaku telah mengambil dana BOS pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho