BATU - Ketegangan di kawasan Timur Tengah membuat 12 jemaah umrah dari Kota Batu terpaksa harus menunda keberangkatan. Penyebabnya adalah maskapai yang digunakan menghentikan penerbangan selama situasi perang belum kondusif. Semula, mereka dijadwalkan berangkat pada 5 Maret lalu.
Para jemaah tersebut kemungkinan akan diberangkatkan pada April mendatang atau awal musim umrah setelah rangkaian ibadah haji 2026 selesai. Direktur PT Qurrota Ayun, Eka Savitri Wahyuning mengaku menggunakan Qatar Airlines.
Menurutnya, perubahan jadwal keberangkatan akan menyesuaikan dengan ketersediaan penerbangan sekaligus arahan dari kementerian terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Karena itu, pihaknya memilih menunda keberangkatan hingga kondisi lebih aman.
Seluruh jemaah, kata dia, telah mendapatkan penjelasan mengenai situasi tersebut. Penyelenggara juga memberikan beberapa opsi kepada jemaah. Pilihan tersebut mencakup pengembalian dana atau menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.
“Namun semuanya memilih menunggu,” katanya. Eka menjelaskan keputusan penundaan mempertimbangkan faktor keselamatan. Jika keberangkatan dipaksakan dalam situasi yang belum stabil, risiko keamanan dan biaya perjalanan dapat meningkat.
“Kemungkinan keberangkatan pada awal April atau pada awal musim umrah setelah haji 2026 selesai,” ujarnya. Dari total 12 jemaah tersebut, tiga orang berasal dari Kota Batu. Sembilan jemaah lainnya berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Penundaan keberangkatan ini juga membawa konsekuensi finansial bagi penyelenggara perjalanan. Uang muka untuk pemesanan hotel dan sejumlah akomodasi di Tanah Suci tidak dapat dikembalikan. “Untuk DP hotel dan akomodasi memang tidak bisa direfund,” kata Eka.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada biaya tambahan yang langsung dibebankan kepada jemaah akibat perubahan jadwal tersebut. Biaya tambahan baru akan dipertimbangkan jika terjadi kenaikan biaya perjalanan yang signifikan.
“Jika ada pembengkakan biaya lebih dari Rp6 juta, skemanya akan dibagi. Separuh ditanggung jemaah dan separuh oleh penyelenggara,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho