Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Jalur Payung II Lumpuh, Arus Lalin Dialihkan ke Jalur Klemuk Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 6 Maret 2026 | 09:40 WIB

ANGIN KENCANG: Atap kanopi Markas Dinas Damkarmat roboh usai diterjang angin kencang pada Rabu malam (4/3).
ANGIN KENCANG: Atap kanopi Markas Dinas Damkarmat roboh usai diterjang angin kencang pada Rabu malam (4/3).

BUMIAJI - Cuaca ekstrem yang melanda Kota Batu pada Rabu malam lalu (4/3) menyebabkan sejumlah pohon tumbang.

Arus lalu lintas jalur utama Pujon-Batu di kawasan Jalan Raya Payung II sempat lumpuh. Untuk mengurai kemacetan, jalur alternatif Klemuk akhirnya dibuka sementara bagi kendaraan roda empat.

Beberapa pohon berukuran besar tumbang dan menutup badan jalan. Batang dan ranting menutup hampir seluruh ruas jalan sehingga arus lalu lintas terhenti.

Petugas bersama relawan segera melakukan evakuasi. Batang pohon dipotong dan material yang menutup jalan dibersihkan.

Prosesnya memakan waktu lama karena ukuran pohon relatif besar. Sebagai langkah darurat, jalur Klemuk yang sebelumnya ditutup untuk kendaraan roda empat akhirnya difungsikan sementara.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengurai kendaraan yang terjebak di jalur utama. Koordinator Relawan Klemuk Yes Yes (KYY) Suliyanto menyebut langkah itu menjadi solusi agar arus kendaraan tetap bergerak.

“Karena prediksi evakuasi lebih dari dua jam, jalur Klemuk dibuka sementara untuk roda empat,” ujarnya. Namun, arus kendaraan tetap dibatasi demi keselamatan.

Kendaraan roda empat dari arah Kota Batu menuju Pujon diminta memutar balik sejak pertigaan Jalan Arumdalu, Kelurahan Songgokerto.

Prioritas diberikan kepada kendaraan yang telah terjebak di jalur atas dari arah Pujon menuju Kota Batu. Ambulans dan kendaraan kecil juga diprioritaskan melintas.

Sebaliknya, kendaraan besar seperti truk tidak diperbolehkan melalui jalur Klemuk. Kondisi jalan dinilai tidak cukup aman untuk kendaraan berukuran besar.

Suliyanto menyebut jalur tersebut mulai difungsikan sekitar pukul 20.00. Arus lalu lintas mulai berangsur normal menjelang tengah malam.

Dia mengklaim sekitar pukul 00.00 kondisi lalu lintas mulai terurai. Hingga kemarin (5/3), box culvert yang sebelumnya digunakan sebagai penghalang kendaraan roda empat belum dipasang kembali.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu jalur utama kembali terganggu.

Berdasarkan laporan terakhir masih ada kendaraan roda empat yang melintas di sana. Lumpuhnya akses di Jalur Payung II juga berdampak pada jalur alternatif Gunungsari-Pujon melalui Brau. Kemacetan terjadi cukup panjang di ruas tersebut.

Warga Dusun Celaket, Desa Gunungsari, Ahmad Syahroni mengatakan antrean kendaraan mulai terjadi sekitar pukul 20.00-00.30.

Antrean kendaraan bahkan memanjang dari kawasan perbatasan Sumberejo hingga pertigaan Gunungsari. “Panjang antreannya sekitar satu sampai dua kilometer,” ujarnya.

Warga setempat akhirnya turun tangan membantu mengatur lalu lintas secara swadaya. Mayoritas kendaraan yang melintas merupakan mobil roda empat, terutama kendaraan pengangkut hasil pertanian.

“Kebanyakan mobil pick up pembawa sayur dan barang lainnya. Motor justru lebih sedikit,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#payung 1 #kota batu #cuaca ektrem