BATU - Program pembangunan gerai dan gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Batu belum berjalan merata. Hingga akhir Januari, baru 16 dari total 24 desa dan kelurahan yang memasuki tahap pembangunan fisik. Artinya, masih ada 8 titik KDMP yang belum memulai pembangunan.
Kepala Bidang Koperasi Diskumperindag Kota Batu Muhammad Ghufron Sholihin menyebut, persoalan lahan menjadi kendala utama. Sejumlah desa dan kelurahan belum menemukan kesepakatan terkait penggunaan maupun kesiapan lahan. “Beberapa wilayah masih belum menemui titik temu soal lahan. Ini yang membuat pembangunan belum bisa dimulai,” ujarnya.
Jika dibandingkan dengan Kabupaten Malang, progres Kota Batu masih tertinggal. Di Kabupaten Malang, dari 390 desa, sebanyak 280 gerai KDMP telah memasuki tahap pembangunan atau sekitar 71 persen. Sementara di Kota Batu, pembangunan baru menyentuh sekitar 66 persen dari total 24 desa dan kelurahan.
Meski demikian, Ghufron memastikan progres di 13 titik yang telah berjalan menunjukkan perkembangan positif. Seluruhnya telah memasuki tahap pondasi, bahkan beberapa sudah mendekati pemasangan atap. “Secara umum sudah masuk tahap pondasi semua, bahkan ada yang hampir ke tahap atap,” jelasnya.
Perbedaan progres antarwilayah dipengaruhi waktu peletakan batu pertama yang tidak serentak. Namun rentang waktu pengerjaan fisik masih relatif bersamaan. Ghufron menegaskan, syarat pembangunan gerai KDMP cukup ketat.
Lahan harus siap pakai, berstatus jelas, memiliki luas ideal sekitar 1.000 meter persegi, serta berada di lokasi strategis yang memudahkan akses kendaraan besar. Selain itu, struktur bangunan harus sesuai fungsi dan memiliki rencana pemanfaatan yang jelas.
Di beberapa wilayah, keterbatasan lahan memaksa pemerintah melakukan kajian ulang. Seperti di Kelurahan Oro-Oro Ombo, lokasi pembangunan sempat dipertimbangkan ulang karena faktor jarak dan aksesibilitas.
Setiap pembangunan gerai KDMP ditargetkan rampung dalam 90 hari kerja. Sejumlah wilayah seperti Dadaprejo, Mojorejo, dan Punten disebut sudah mendekati tahap akhir pengerjaan. Pembangunan fisik dilaksanakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, dengan kepala desa atau lurah bertindak sebagai koordinator lapangan.
Ketua KDMP Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Rio Sarwo Wibisono, menyebut progres pembangunan di wilayahnya telah mencapai sekitar 85 persen. “Tinggal penyelesaian bagian atas, termasuk atap. Deadline pekerjaan 9 Februari 2026,” katanya.
Rio mengakui sempat mengalami kesulitan dalam penentuan lokasi akibat keterbatasan lahan. Namun persoalan itu berhasil diselesaikan melalui koordinasi intensif dengan Pemkot Batu. Ia berharap, rampungnya pembangunan gerai dapat mendorong optimalisasi operasional koperasi.
Saat ini KDMP Dadaprejo telah aktif memasok kebutuhan ke delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memproduksi sejumlah kebutuhan rumah tangga. “Agenda terdekat kami akan menggelar Rapat Anggota Tahunan,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho