Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Seni Sanduk di Kota Batu Resmi Jadi Warisan Budaya Nasional

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:04 WIB

BANGGA: Wali Kota Batu Nurochman menerima penghargaan dari Menteri Kebudayaan RI pada Minggu (22/2) lalu.
BANGGA: Wali Kota Batu Nurochman menerima penghargaan dari Menteri Kebudayaan RI pada Minggu (22/2) lalu.

BATU - Kesenian Sanduk resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia setelah Pemerintah Kota Batu menerima sertifikat pengakuan dari Menteri Kebudayaan RI yang diserahkan Gubernur Jawa Timur di Taman Krida Budaya, Kota Malang pada Minggu (22/2) lalu.

Penetapan tersebut menjadi tonggak penting bagi pelestarian tradisi lokal Kota Batu. Wali Kota Batu, Nurochman, mengatakan pengakuan itu merupakan hasil perjuangan panjang yang telah diupayakan selama sekitar tujuh tahun terakhir. “Ini bukan sekadar sertifikat, tetapi pengakuan negara atas identitas kultural masyarakat Kota Batu,” ujarnya.

Menurut dia, proses pengusulan dilakukan melalui sinergi antara pemerintah daerah dan para budayawan. Berbagai dokumen sejarah, kajian akademik, hingga kelengkapan administratif disiapkan secara bertahap sebelum akhirnya memperoleh persetujuan dari Kementerian Kebudayaan RI.

Cak Nur, sapaan Nurochman, mengapresiasi peran para pegiat seni. Sebab, mereka selama ini konsisten menjaga eksistensi Sanduk di tengah arus modernisasi. Ia menilai, tanpa dedikasi seniman akar rumput, kesenian tersebut sulit bertahan hingga mendapatkan pengakuan nasional.

“Ini hasil kerja kolektif para pelaku seni yang setia merawat warisan leluhur,” katanya. Sebelumnya, kesenian Bantengan dan Jaran Kepang dari Kota Batu lebih dulu masuk dalam daftar WBTb. Dengan penetapan Sanduk, daftar warisan budaya daerah yang diakui secara nasional kian bertambah.

Ke depan, pihaknya berkomitmen memperluas ruang ekspresi bagi kelompok seni Sanduk melalui panggung-panggung strategis. Regenerasi pelaku seni juga akan diperkuat melalui pembinaan di sekolah dan sanggar seni di tingkat desa dan kelurahan. Pengakuan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut pada upaya pelestarian. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#wbtb #Tradisi Lokal #kota batu #kesenian