BATU - Kerusakan parapet jembatan di Jalan Raya OroOro Ombo, Kelurahan Temas, Kota Batu, belum juga diperbaiki meski telah terjadi sekitar enam bulan lalu. Kondisi dinding pembatas jembatan yang ambrol dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan pejalan kaki.
Pantauan di lokasi, sisi kanan jembatan tampak rusak parah. Parapet ambruk dan retak,
dengan material batu dan beton runtuh ke arah luar. Sebagian bahkan mengarah ke badan
jalan, berpotensi mengganggu arus lalu lintas Zainal Arifin, pedagang yang berjualan tak jauh dari lokasi, menyebut kerusakan terjadi akibat kecelakaan lalu lintas.
“Sudah sekitar enam bulan lalu. Waktu itu rusak parah karena ditabrak mobil,” ujarnya.
Ia mengaku berada di lokasi saat kejadian. Dia menyebut kendaraan yang menabrak
parapet merupakan milik warga Kota Batu. Hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan dari pihak terkait.
“Kurang tahu kenapa sampai sekarang belum diperbaiki,” imbuhnya.
Kondisi jembatan dinilai semakin berisiko karena sungai di bawahnya tidak lagi dialiri air. Jarak antara badan jalan dan dasar sungai cukup tinggi, sehingga potensi fatalitas meningkat
jika terjadi kecelakaan atau kendaraan keluar jalur. Secara visual, struktur jembatan tampak tidak lagi utuh. Fungsi parapet sebagai pengaman jalan pun tidak berjalan optimal. Material
yang runtuh ke arah jalan juga berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu Eko Setyawan mengatakan perbaikan jembatan itu belum masuk dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026. Meski demikian, pihaknya memastikan perbaikan tetap dilakukan tahun ini melalui dana pemeliharaan.
“Perbaikan tetap akan kami lakukan dengan dana pemeliharaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan akan dilakukan sesuai antrean dan tingkat urgensi. Sebab, kerusakan jembatan tidak hanya terjadi di satu titik. (dia/dre)
Disunting kembali oleh : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian