BATU - Lorong-lorong Pasar Induk Among Tani dipenuhi ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kota Batu, kemarin pagi (13/2). Mereka bukan datang untuk berbelanja, melainkan memungut sampah di sela-sela lapak pedagang sebagai bagian dari edukasi lingkungan.
Dengan membawa karung dan kantong sampah, para siswa menyisir setiap sudut pasar. Ceceran plastik, sisa sayur, hingga sampah organik yang tercecer di bawah meja lapak dikumpulkan. Beberapa siswa bahkan meminta izin kepada pedagang untuk mengambil sampah di area yang sulit dijangkau.
Kegiatan tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu sebagai implementasi program Indonesia Asri yang diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto, sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan, Pasar Induk Among Tani dipilih karena tengah menjadi sorotan publik terkait pengelolaan sampah. “Kami sengaja pusatkan di pasar ini agar edukasi menyasar langsung sumber produksi sampah,” ujarnya.
Menurut Dian, keterlibatan pelajar menjadi strategi jangka panjang untuk mengubah pola pikir masyarakat. Penanganan sampah, kata dia, bukan semata tugas pengelola pasar atau pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan pasar dalam sehari. Lebih jauh, DLH ingin menanamkan kebiasaan ramah lingkungan sejak dini. “Kami ingin membangun habituasi agar generasi muda merasa memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan kotanya,” tambahnya.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Cabai di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Tembus Rp 100 Ribu
Aksi para siswa mendapat respons positif dari pedagang. Sejumlah pedagang sayur membantu mengarahkan siswa ke titik-titik penumpukan sampah yang sering luput dari perhatian. “Sangat terbantu. Kalau pasar bersih, pembeli juga nyaman,” ujar Aminah, pedagang di Zona 3.
Melalui kegiatan itu, pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi ekonomi. Lebih dari itu, pasar menjadi ruang pembelajaran nyata bagi generasi muda untuk memahami persoalan sampah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan Kota Batu. (ori/dre)
Disunting kembali oleh : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian