BATU - Kejahatan siber bermodus phishing kembali memakan korban di Kota Batu. Kali ini, pelaku mencatut nama Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, untuk menipu warga melalui pesan ponsel. Hingga Rabu (11/2) lalu, dua warga dilaporkan telah menjadi korban.
Lurah Temas Adi Santoso membenarkan adanya laporan penipuan yang meresahkan warga. Pelaku diduga mengirim pesan singkat melalui WhatsApp dengan mengatasnamakan pihak kelurahan serta menggunakan bahasa formal layaknya pemberitahuan resmi.
“Berdasarkan laporan yang masuk, setidaknya sudah ada dua warga yang menjadi korban,” ujar Adi. Menurut dia, pelaku menyasar warga yang kurang waspada terhadap keamanan data digital. Modus yang digunakan tergolong klasik tapi efektif.
Korban diiming-imingi hadiah atau bantuan sosial. Lalu, korban diminta mengisi data administrasi kependudukan. Selanjutnya, korban diarahkan mengeklik tautan tertentu atau memberikan kode verifikasi yang dikirim ke ponsel.
Dari situ, pelaku diduga mengambil alih akses data pribadi hingga akun keuangan korban. “Mereka menggunakan istilah birokrasi agar terlihat meyakinkan. Ada yang diminta PIN, ada yang dipandu seolah sedang mengurus bantuan,” katanya.
Adi menegaskan, seluruh layanan administrasi di Kelurahan Temas tidak pernah meminta data sensitif seperti PIN, kata sandi, atau kode OTP melalui pesan pribadi. Karena itu, warga diminta tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
“Jika ada permintaan data rahasia atau transfer uang, bisa dipastikan itu penipuan,” tegasnya. Untuk mencegah korban bertambah, pihak kelurahan telah melakukan sosialisasi melalui media sosial serta jaringan RT/RW.
Langkah ini sekaligus mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin marak. Kelurahan Temas juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri penyebaran informasi palsu tersebut.
Adi berharap warga segera melakukan konfirmasi ke kantor kelurahan jika menerima pesan mencurigakan. “Silakan langsung konfirmasi ke kantor kelurahan apabila ada pesan yang meragukan, agar bisa dipastikan keasliannya,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho