Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Jelang Ramadan, Harga Cabai di Pasar Induk Among Tani Kota Batu Tembus Rp 100 Ribu

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:17 WIB
HARGA MEROKET: Salah seorang pedagang di Pasar Induk Among Tani Batu melayani pembeli kemarin (11/2).
HARGA MEROKET: Salah seorang pedagang di Pasar Induk Among Tani Batu melayani pembeli kemarin (11/2).

BATU - Harga cabai rawit di Pasar Induk Among Tani Kota Batu melonjak tajam menjelang Ramadan. Dari kisaran normal Rp35 ribu per kilogram jadi Rp90-100 ribu per kilogram kemarin (11/2). Kenaikannya hampir tiga kali lipat. Pedagang menyebut lonjakan sudah terasa sejak sepekan terakhir dan semakin tajam memasuki pertengahan Februari.

Salah seorang pedagang, Syarofah, mengatakan harga cabai rawit mulai merangkak naik dari Rp70 ribu per kilogram pada pekan lalu, lalu menembus Rp100 ribu per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga dari tingkat tengkulak membuat pedagang tak punya ruang menahan harga.

“Saya ambil di tengkulak sudah mahal, rata-rata jual Rp89 ribu per kilogram,” ujarnya.

Menurut dia, cabai rawit hampir selalu menjadi komoditas dengan lonjakan harga tertinggi setiap Ramadan. Berkaca pada tahun sebelumnya, harga cabai rawit bahkan sempat mencapai Rp170 ribu per kilogram saat puncak Lebaran.

Kenaikan harga dipicu menipisnya pasokan dari petani. Sementara, permintaan terus meningkat menjelang Ramadan. Kondisi ini membuat pedagang enggan menyimpan stok dalam jumlah besar karena risiko busuk cukup tinggi.

Pedagang lain, Aminah, juga mengeluhkan fluktuasi harga cabai rawit. Jika sebelumnya masih berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, kini harga sudah melambung hingga Rp90-100 ribu per kilogram. “Stoknya menipis, kualitasnya juga campuran antara yang busuk dan yang masih bagus,” katanya.

Ia mengaku kerap menemukan cabai busuk saat membeli dari tengkulak, bahkan hampir satu kilogram dalam satu pembelian. Kondisi tersebut memicu kerugian sehingga pedagang memilih membeli stok secukupnya agar habis terjual dalam sehari.

Menurut Aminah, lonjakan harga cabai paling berdampak pada pelaku usaha kuliner. Cabai merupakan bahan pokok yang sulit digantikan. Sementara, alternatif seperti cabai kering juga mulai langka di pasaran. “Biasanya diakali pakai cabai kering, tapi sekarang stoknya juga tidak ada,” ujar warga Desa Oro-Oro Ombo itu.

Tak hanya cabai rawit, jenis cabai lain turut mengalami kenaikan harga. Cabai merah besar yang sebelumnya berkisar Rp19-20 ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp32 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting yang normalnya Rp21 ribu per kilogram melonjak hingga Rp34 ribu per kilogram.

Pedagang memperkirakan harga cabai masih berpotensi naik seiring meningkatnya permintaan selama Ramadan dan mendekati Lebaran. Sementara, pasokan dari petani belum sepenuhnya pulih. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#harga cabai rawit #kota batu #Pasar Induk Among Tani #jelang ramadan