BATU - Proyek penataan trotoar yang digadang-gadang mempercantik wajah Kota Batu justru menyisakan persoalan baru. Di sejumlah ruas jalan utama, kabel-kabel utilitas tampak menjuntai semrawut di atas trotoar. Kondisi itu memicu keluhan warga sekaligus berpotensi mengancam keselamatan pejalan kaki.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi paling memprihatinkan berada di Jalan Ir Soekarno, Kecamatan Junrejo, serta Jalan Trunojoyo, Kecamatan Batu. Pascapembangunan trotoar, sejumlah tiang listrik dan tiang telekomunikasi tercabut dari posisi semula.
Namun penataan ulang kabel tidak dilakukan secara memadai. Akibatnya, kabel-kabel dibiarkan menggantung. Bahkan sebagian hanya disandarkan seadanya di bahu jalan. Kondisi tersebut menimbulkan rasa waswas bagi warga.
Deni Febrian, salah satu pengguna trotoar, mengaku khawatir setiap kali melintas. “Kami tidak tahu kabel itu masih aktif atau tidak. Kalau tersentuh atau jatuh, risikonya kan jadi besar,” ujarnya.
Risiko itu kian meningkat seiring masuknya Kota Batu dalam periode cuaca ekstrem. Angin kencang berpotensi membuat kabel yang tidak terikat kuat terlepas dan jatuh ke badan jalan. Otomatis itu akan membahayakan pejalan kaki maupun pengendara.
Menanggapi keluhan tersebut, Staf PLN UP3 Malang, Vandy Faizal Putra, memastikan kabel-kabel yang menjuntai bukan milik PLN. “Kami sudah cek ke lokasi. Itu bukan kabel PLN, melainkan milik provider telekomunikasi,” katanya.
Vandy mengaku tidak mengetahui alasan kabel-kabel tersebut dibiarkan terbengkalai setelah proyek trotoar rampung. Ia menyarankan agar persoalan ini segera dikoordinasikan dengan pemilik kabel maupun dinas terkait agar tidak menimbulkan kecelakaan.
Persoalan kabel menjuntai ini sekaligus menagih komitmen Pemerintah Kota Batu terkait rencana penataan kabel bawah tanah atau sistem ducting terpadu. Program yang selama ini disebut sebagai solusi untuk mengakhiri kesan semrawut utilitas kota itu hingga kini belum menunjukkan kepastian realisasi. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian