BATU - Car Free Day (CFD) Mbatu Sae kemarin pagi (1/2) dipadati ribuan pengunjung. Lonjakan animo itu tak lepas dari hadirnya kampanye kesehatan dari Komix Herbal. Promosi dikemas dengan konsep hiburan dan pembagian hadiah.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus pengunjung meningkat sejak pagi. Selain berolahraga dan berekreasi, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan kampanye bertajuk Cough Free Day yang digelar di kawasan CFD.
Marketing Supervisor Komix Herbal Bayu Tresna mengatakan, Kota Batu dipilih sebagai lokasi aktivasi karena faktor iklim yang relatif dingin dan tingkat curah hujan yang tinggi. Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih rentan mengalami gangguan tenggorokan.
“Di musim penghujan seperti sekarang, kampanye ini relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Komix Herbal mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan tenggorokan dengan pola hidup sehat serta pemanfaatan bahan herbal.
Bayu menekankan produk herbal tidak hanya bisa dikonsumsi saat batuk, tapi juga dapat digunakan sebagai pencegahan. “Kandungan seperti jahe merah, daun lagundi, mint, dan thyme bisa dikonsumsi sejak gejala awal atau untuk menjaga daya tahan tubuh,” jelasnya.
Selain edukasi kesehatan, penyelenggara juga menawarkan insentif berupa kupon undian bagi pengunjung yang melakukan pembelian produk dengan nominal tertentu. Hadiah yang disediakan antara lain peralatan rumah tangga seperti kompor gas, dispenser, setrika, hingga alat pemanggang.
Kepala Seksi UMKM Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Andry Yunanto menilai, kolaborasi antara kegiatan publik dan kampanye kesehatan tersebut memberi dampak positif terhadap dinamika CFD.
“CFD tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga sarana edukasi kesehatan. Pendekatan herbal bisa menjadi alternatif yang semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Menurut Andry, meningkatnya kunjungan juga berimbas pada geliat pelaku usaha kecil.
Pemkot Batu, lanjut dia, akan terus mendorong inovasi agar agenda mingguan tersebut tetap menarik tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang publik yang sehat dan inklusif. (adv/ori/dre)
Editor : Aditya Novrian