Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pemkot Batu Targetkan Program Rumah Subsidi Sasar 5.000 Kepala Keluarga

Aditya Novrian • Minggu, 1 Februari 2026 | 12:15 WIB
LOKASI STRATEGIS: Salah satu perumahan di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji menjadi titik yang diminati pengembang. (Freepik)
LOKASI STRATEGIS: Salah satu perumahan di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji menjadi titik yang diminati pengembang. (Freepik)

BATU - Melonjaknya harga properti di Kota Batu membuat akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kian jauh. Merespons kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menyiapkan proyek rumah subsidi berskala besar yang ditarget menjangkau 5.000 kepala keluarga (KK).

Program ini dikaitkan dengan agenda nasional 3 juta rumah. Lokasi awal yang dibidik untuk pengembangan berada di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji. Anggota Komisi A DPRD Kota Batu, Khamim Thohari, mengatakan rencana pengembangan tersebut telah masuk tahap pembahasan awal lintas instansi.

Langkah awal, Pemkot menyiapkan lahan sekitar tiga hektare. Pemilihan Desa Giripurno dinilai strategis. Sebab, ketersediaan lahan yang relatif luas dan kedekatannya dengan pusat-pusat aktivitas kerja di Kota Batu. Menurut Khamim, proyek ini tidak semata soal penyediaan rumah murah. Namun, juga bagian dari strategi penataan kota.

“Pengembangan hunian MBR ini sekaligus diarahkan untuk menekan munculnya permukiman liar,” katanya. Ia menambahkan, pembahasan proyek telah dilakukan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Batu. Pemkot, kata dia, tak hanya menyiapkan lahan, tapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pengembang.

Dari sisi spesifikasi, rumah subsidi dirancang berdiri di atas lahan 6×10 meter. Harga per unit diproyeksikan berkisar Rp165 juta. Sasarannya keluarga berpenghasilan rendah dan pekerja lokal. “Harga kami upayakan tetap terjangkau, agar benar-benar bisa diakses MBR,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Meski demikian, Khamim menegaskan akan ada seleksi ketat penerima manfaat. Salah satu syarat utamanya yakni belum memiliki rumah. Itu harus dibuktikan secara administratif. Skema ini diterapkan untuk menutup celah spekulasi properti yang kerap terjadi pada program perumahan bersubsidi.

Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP Kota Batu. Pekerja yang beraktivitas di Kota Batu namun selama ini tinggal di luar daerah juga berpeluang mengakses program tersebut. “Tujuannya agar jarak tempat tinggal dan lokasi kerja lebih dekat,” tandasnya. (ori/dre)

 

Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#mbr #rumah subsidi #pemkot batu