BATU - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Car Free Day (CFD) MBatu Sae kemarin (11/1), menunjukkan geliat baru pemanfaatan ruang publik di Kota Batu. Tak sekadar ajang olahraga, CFD kian bertransformasi menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Sejak pagi, ratusan warga memadati kawasan Jalan Sultan Agung. Mereka datang dengan beragam busana warna-warni. Sebagian tampil nyentrik dan penuh kreativitas. Antusiasme peserta tercermin dari sekitar 300 kupon yang ludes dibagikan panitia. Ratusan doorprize pula dari berbagai sponsor dibagikan habis tak tersia.
Sejumlah sponsor yang mendukung HUT Ke-2 CFD Mbatu Sae kemarin yakni Jatim Park Group, Yakult, Cimory, Dyass, Kedai Oma, hingga Jawa Pos Radar Malang. Panitia memberikan penghargaan kostum terbaik kepada tiga peserta. Mereka juga diberikan hadiah uang tunai.
Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada peserta terfavorit dan teraktif selama kegiatan berlangsung. Skema ini dinilai efektif mendorong partisipasi sekaligus kreativitas warga. Puncak perayaan ditandai prosesi potong tumpeng oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Aries Setiawan.
Ia menilai CFD MBatu Sae memiliki peran strategis sebagai ruang publik yang menyatukan aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat. “Kami berharap CFD ini terus konsisten digelar. Tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran dua instruktur zumba yakni Zin Dadan dan Zin Tya. Kegiatan ini menjadi magnet utama sekaligus simbol CFD sebagai ruang interaksi sosial yang inklusif.
Antusiasme peserta juga dirasakan Salsabila Zahra, salah satu peserta zumba. Ia menilai konsep lomba kostum memberi nilai tambah tersendiri. “Adanya penilaian best costume membuat peserta lebih kreatif dan bersemangat,” katanya.
Sementara itu, perwakilan manajemen Jawa Pos Radar Batu, Kholid Amrullah, menyebut tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator kuat bahwa CFD MBatu Sae layak dikembangkan lebih lanjut.
“Melihat antusiasme yang tinggi hingga kupon habis, peluang untuk menggelar kegiatan serupa ke depan sangat terbuka,” pungkasnya. Memasuki tahun kedua, CFD MBatu Sae menegaskan perannya sebagai ruang publik alternatif sebagai tempat warga berolahraga, berekspresi, sekaligus menggerakkan denyut ekonomi lokal. (dia/dre)
Editor : Aditya Novrian