BATU - Jalur Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, kembali memakan korban. Dua kecelakaan beruntun akibat rem blong terjadi dalam satu hari pada Minggu lalu (28/12). Insiden tersebut menewaskan satu orang dan beberapa korban lain mengalami luka-luka. Rentetan laka maut itu mendorong Pemerintah Kota Batu mengambil langkah darurat dengan memberlakukan pembatasan akses jalur ekstrem tersebut.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 15.30, melibatkan sepeda motor Honda Beat bernopol N 4079 ACI yang melaju menuruni Jalur Klemuk dari arah barat menuju timur, kemudian diduga mengalami rem blong. Motor yang dikendarai seorang pria dan membonceng seorang wanita melaju dengan kecepatan tinggi hingga kehilangan kendali.
Pada saat bersamaan, sebuah Toyota Avanza bernopol N 1519 GE hendak masuk ke jalur utama dari Jalan Dukuh. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu Ipda Agus Atang Wibowo menjelaskan sistem pengereman motor tidak berfungsi sehingga kendaraan oleng ke kanan dan menghantam bagian kiri atas mobil.
Pengendara motor meninggal dunia di tempat akibat luka parah, sementara pembonceng dan satu penumpang mobil mengalami luka-luka. “Seluruh korban dilarikan ke RS Hasta Brata Kota Batu,” ujarnya. Belum reda duka akibat laka maut itu, kecelakaan kedua terjadi di jalur yang sama sekitar pukul 18.30.
Sebuah mobil Isuzu Elf bernopol S 7726 JB yang membawa rombongan wisatawan asal Lamongan menabrak pick up Mitsubishi L300 bermuatan wortel bernopol N 8548 KM. Kasatlantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim menyebut kecelakaan merupakan tabrakan dari belakang. Kecelakaan diduga kuat juga diakibatkan rem Elf tidak berfungsi di jalan menurun.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kedua tersebut. Namun kedua kendaraan rusak dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta,” ungkapnya. Rentetan kecelakaan itu memicu evaluasi cepat. Kemarin (29/12), Wali Kota Batu Nurochman bersama jajaran terkait turun langsung ke lokasi. Pihaknya memutuskan membuka Jalur Klemuk secara terbatas dengan sistem satu arah.
Jalur hanya diperbolehkan dilalui kendaraan dari arah Kota Batu menuju Pujon (menanjak), sedangkan arah sebaliknya ditutup sementara hingga akhir Januari. Ini langkah darurat demi keselamatan. Pasalnya, pria yang akrab disapa Cak Nur itu menilai risiko di jalur ini sangat tinggi. Kendaraan roda empat dan bertonase besar dilarang melintas.
Sementara, roda dua hanya diperbolehkan dari arah bawah ke atas dengan pengawasan ketat. Dia juga meminta Dishub memasang water barrier dan papan informasi, DPUPR juga turut diminta memperkuat jalur darurat rem blong, dan Diskominfo diminta berkoordinasi dengan penyedia aplikasi navigasi agar tidak mengarahkan pengguna ke Jalur Klemuk. “Langkah jangka panjang akan ditempuh melalui kajian teknis bersama pemerintah provinsi dan pusat,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho