BUMIAJI - Hingga kemarin (28/12), dana ganti rugi lahan yang dihuni sekitar 300 warga Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, belum juga tersalurkan sepenuhnya. Pasalnya, pinjaman yang diajukan warga melalui Bank Jatim untuk melunasi pembayaran kepada pemilik tanah belum juga cair.
Padahal sebelumnya pencairan dana pinjaman itu ditargetkan rampung sebelum 25 Desember. Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, berharap proses di perbankan dapat segera dipercepat. Sebab, dana itu sangat dinantikan untuk menyelesaikan kewajiban ganti rugi lahan yang ditempati sekitar 45 kepala keluarga (KK).
“Target awalnya memang tanggal 25 kemarin dana sudah diterima pemilik tanah, Wedya Julianti, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Kami berharap sebelum ganti tahun pencairan bisa tuntas,” ujar Suliono. Total nilai ganti rugi lahan tersebut mencapai sekitar Rp 3 miliar. Hingga kini, baru sebagian kecil yang berhasil dibayarkan.
Sisanya masih bergantung pada pencairan pinjaman Bank Jatim yang diajukan warga dengan fasilitasi pemerintah desa. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Batu, kekurangan pembayaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,3 miliar. Sebelumnya, pembayaran awal telah dilakukan sebesar kurang lebih Rp 620 juta.
Suliono mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab mandeknya pencairan pinjaman tersebut. Ia menegaskan seluruh persyaratan administratif telah dipenuhi, baik dari pihak warga, pemerintah desa, maupun dukungan jaminan tambahan dari salah satu anggota DPRD Kota Batu
“Secara administrasi sudah lengkap. Dari warga, desa, hingga jaminan juga sudah ada. Sekarang tinggal menunggu proses di Bank Jatim,” katanya. Di tengah ketidakpastian tersebut, pemerintah desa terus berupaya menjadi penengah agar proses pelunasan tidak memicu konflik baru antara warga dan pemilik lahan.
Desa juga berharap pemilik tanah bersedia memberikan waktu tambahan hingga pencairan pinjaman terealisasi. “Kami mohon kesabaran dari pemilik tanah. Upaya maksimal sudah dilakukan, tinggal menunggu realisasi dari pihak bank,” pungkas Suliono. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho