Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Banyak Wisatawan Tertipu Vila Bodong di Kota Batu

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 25 Desember 2025 | 16:20 WIB
PEMINAT TINGGI: Dereta bangunan di Komplek Villa The Kusuma Pinus jadi jujugan wisatawan kemarin (23/12).
PEMINAT TINGGI: Dereta bangunan di Komplek Villa The Kusuma Pinus jadi jujugan wisatawan kemarin (23/12).

BATU - Lonjakan pemesanan penginapan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) justru dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melancarkan penipuan vila bodong di Kota Batu. Dalam beberapa hari terakhir, laporan wisatawan yang menjadi korban transaksi penginapan fiktif melalui media sosial terus bermunculan.

Salah satu korban, Erina Emiliana Mahfud, wisatawan asal Kabupaten Tulungagung, mengaku tertipu setelah memesan vila melalui akun instagram yang tampak meyakinkan. Jumlah pengikut yang besar membuatnya tak menaruh curiga. “Setelah sepakat, saya diminta membayar uang muka sebesar Rp500 ribu,” ujarnya.

Emil sempat merasa nilai DP tersebut tak lazim. Berdasarkan pengalamannya, DP vila umumnya berkisar Rp200-300 ribu. Namun, karena kebutuhan mendesak, ia tetap mentransfer dana tersebut. Kecurigaan muncul ketika pemilik akun kembali meminta pelunasan penuh dengan alasan mengamankan pemesanan.

Emil menolak dan mengajukan pembayaran saat check-in. Namun, usulan itu ditolak. Setelah negosiasi panjang, Emil tetap bersikeras melunasi saat kedatangan.

“Setelah itu saya justru diblokir. Akunnya menutup kolom komentar dan tak bisa dihubungi lagi,” ungkapnya.

Kasus tersebut bukan satu-satunya. Ketua Indonesia Homestay Association (IHSA) Kota Batu, Natalina, mengaku telah menerima sejumlah laporan penipuan vila selama periode libur akhir tahun ini. Menurutnya, lonjakan wisatawan kerap menjadi celah empuk bagi pelaku kejahatan digital.

“Momentum crowded seperti Nataru ini sering dimanfaatkan oknum. Modusnya mencatut foto vila milik orang lain, lalu dipasang di akun media sosial palsu yang dikemas seolah profesional,” jelasnya. Tak jarang, lanjut Natalina, pelaku bahkan membeli pengikut (followers) agar akun terlihat kredibel.

Padahal, setelah transaksi terjadi, akun langsung menghilang atau memblokir calon tamu. Untuk menghindari kejadian serupa, Natalina mengimbau wisatawan agar lebih teliti sebelum melakukan pemesanan. Di antaranya mengecek ulang keaslian akun, menelusuri testimoni, dan tidak tergesa-gesa mentransfer uang menjadi langkah awal yang penting.

“Jika ragu, wisatawan bisa berkonsultasi langsung ke IHSA. Kami akan membantu crosscheck keaslian vila maupun akun yang menawarkan penginapan,” ujarnya. Sebagai langkah aman, IHSA juga menyarankan wisatawan memesan penginapan melalui online travel agent (OTA) resmi yang memiliki sistem perlindungan konsumen. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#kota batu #IHSA #nataru #vila