Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Okupansi Hotel di Kota Batu Rendah Meski Sudah Masuk High Season

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 23 Desember 2025 | 16:17 WIB
BELUM PENUH: Petugas El Kartika Wijaya Hotel menunggu tamu check in beberapa waktu lalu.
BELUM PENUH: Petugas El Kartika Wijaya Hotel menunggu tamu check in beberapa waktu lalu.

BATU - Memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tingkat hunian hotel di Kota Batu belum menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga kemarin (22/12), okupansi hotel masih berada di bawah 50 persen. Kondisi ini menandakan sektor perhotelan belum sepenuhnya merasakan dampak awal libur akhir tahun.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengaku kondisi ini sudah diprediksi para pelaku usaha sebelumnya. Menurutnya, libur sekolah yang baru dimulai pada 22 Desember membuat sebagian wisatawan memilih menunda jadwal keberangkatan.

“Pergerakan reservasi memang belum agresif. Rata-rata okupansi masih di kisaran 40-50 persen,” ujar Sujud. Selain faktor waktu libur, melemahnya daya beli masyarakat juga dinilai turut memengaruhi keputusan wisatawan. Banyak pengunjung memilih tetap berlibur ke Kota Batu, namun tidak semuanya menginap di hotel.

“Wisata masih jalan, tapi kecenderungan menginapnya yang berkurang,” jelas pria yang juga menjabat Direktur Utama PT Selecta tersebut. Meski begitu, Sujud tetap optimistis okupansi akan merangkak naik setelah Hari Natal. Ia memprediksi tingkat hunian hotel mulai menembus 60-70 persen usai 25 Desember.

Dia berharap okupansi akan mencapai puncak hingga sekitar 90 persen saat malam pergantian tahun. Untuk menarik minat tamu, hotel-hotel di Kota Batu memilih strategi diferensiasi layanan ketimbang perang harga. Alih-alih memberikan diskon, pengelola menyiapkan paket perayaan malam tahun baru.

“Ada paket gala dinner, dekorasi tematik, hingga hiburan dan pesta kembang api. Kami lebih fokus pada pengalaman tamu saat New Year’s Eve,” katanya. Hal senada disampaikan Rudi Rinanto, General Manager Hotel Zam Zam Batu. Ia mengungkapkan okupansi hotelnya hingga kini masih berada di kisaran 30 persen.

Spending power wisatawan tahun ini memang cenderung melemah, sehingga reservasi belum bergerak signifikan,” ujarnya. Menurut Rudi, pelaku perhotelan juga lebih berhati-hati dalam menentukan tarif kamar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebagian hotel memilih mempertahankan harga setara tarif akhir pekan.

“Kami tidak berani menaikkan room rate terlalu tinggi,” imbuhnya. Namun, ia tetap melihat peluang peningkatan okupansi. Pasalnya, tren pemesanan mendadak (go show) masih cukup tinggi. Banyak tamu yang baru memesan langsung di lokasi. Itu yang membuatnya tetap optimistis. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#phri #kota batu #hotel #nataru