Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

CFD Mbatu Sae di Kota Batu Bakal Direvitalisasi Tahun Depan

Fajar Andre Setiawan • Senin, 15 Desember 2025 | 17:45 WIB
DIPADATI PENGUNJUNG: Peserta senam tampak bersemangart mengikuti gerakan yang dicontohkan instruktur zuma di CFD Mbatu Sae kemarin pagi (14/12).
DIPADATI PENGUNJUNG: Peserta senam tampak bersemangart mengikuti gerakan yang dicontohkan instruktur zuma di CFD Mbatu Sae kemarin pagi (14/12).

BATU - Agenda car free day (CFD) Mbatu Sae dipastikan tetap digelar pada 2026. Bahkan, Pemkot Batu tengah menyiapkan skema rebranding untuk memoles wajah baru kegiatan rutin mingguan tersebut agar lebih atraktif sekaligus berdampak pada ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Aries Setiawan menyebut tingginya animo pengunjung menjadi alasan utama CFD Mbatu Sae dipertahankan. Hampir setiap pekan, kawasan CFD dipadati warga lokal hingga wisatawan yang berolahraga, berburu kuliner, hingga bersantai bersama keluarga.

“Kami tidak ingin kegiatan positif ini hilang. Justru akan kami perkuat karena selaras dengan visi Mbatu Sae yakni menghadirkan ruang publik yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tegas Aries.

Menurutnya, CFD Mbatu Sae bukan sekadar ruang rekreasi, tapi juga instrumen strategis penggerak ekonomi kerakyatan. Keberadaan CFD memberi ruang legal bagi pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan, sekaligus menekan munculnya PKL liar di kawasan lain.

Selain itu, banyak PKL yang merasa terbantu. Antusiasme senam bersama juga sangat tinggi. “Hampir setiap pekan ratusan orang ikut. Ini indikator bahwa CFD benar-benar difungsikan masyarakat,” ujarnya.

Aries menilai, daya tarik CFD Mbatu Sae terus berkembang seiring inovasi para PKL. Variasi produk kian beragam, mulai dari makanan sehat, kerajinan, hingga fesyen. Fasilitas yang tersedia pun dinilai semakin lengkap.

Untuk meningkatkan kualitas dan kunjungan tahun depan, dia menyiapkan sejumlah skema rebranding. Salah satunya dengan menggandeng berbagai komunitas di Kota Batu, seperti komunitas lari, pesepeda, hingga pencinta hewan.

“Ke depan, kami akan libatkan lebih banyak komunitas. Mereka kami fasilitasi untuk promosi, sementara CFD mendapatkan tambahan daya tarik dengan prinsip simbiosis mutualisme,” kata Aries.

Ia mencontohkan, keberadaan lapak hewan peliharaan seperti hamster yang cukup variatif terbukti efektif menarik minat pengunjung, terutama anak-anak. Konsep serupa akan diperluas dengan menggandeng komunitas lain.

Rencana tersebut disambut positif oleh Yulianto, salah satu PKL CFD Mbatu Sae. Ia menilai CFD selama ini relatif tidak pernah sepi pengunjung karena konsepnya variatif dan ramah keluarga.

“Kalau bisa ditambah pertunjukan seni yang lebih beragam. Selama ini masih terbatas pada bantengan dan jaran kepang,” ujarnya. Menurut Yulianto, keterlibatan komunitas seni dan budaya akan menambah daya tarik CFD sekaligus membuka ruang ekspresi bagi pelaku seni lokal. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#pkl #Diskumperindag #kota batu #cfd