BATU - Penerapan Smart Gate Parking di Alun-Alun Kota Wisata Batu memicu penataan ulang berbagai aktivitas wisata. Termasuk penentuan titik kumpul baru operasional dokar. Setelah bertahun-tahun mangkal di sekitar Jalan Munif dan area merokok sisi selatan alun-alun, titik kumpul dokar kini resmi dipindahkan ke Jalan Sudiro Selatan.
Relokasi ini dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan di akses masuk smart gate sekaligus mengurangi potensi gangguan arus lalu lintas. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menyebut pemindahan titik kumpul merupakan bagian dari penyesuaian sistem parkir baru yang mulai berjalan penuh pekan ini.
“Penataan ulang diperlukan karena kondisi sebelumnya tidak lagi representatif,” ujarnya. Onny menyebut ada 26 dokar wisata yang beroperasi. Seluruhnya telah mengikuti proses sosialisasi dan menyetujui relokasi tersebut. Langkah ini bukan keputusan mendadak. Kajian penataan dokar telah dilakukan bersamaan dengan kajian pengadaan smart gate.
Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Batu Chilman Suaidi memastikan proses sosialisasi dilakukan berulang sejak Juli. Seluruh pihak terdampak dilibatkan dalam sosialisasi tersebut. “Pemilik dokar menjadi salah satu pihak yang paling awal kami undang. Ada empat kali sosialisasi terkait gate parking ini,” terangnya.
Sosialisasi itu tidak hanya menyasar pemilik dokar, tetapi juga juru parkir, warga sekitar, pedagang kaki lima, pemilik kios, hingga pelaku usaha permainan seperti odong-odong. Mereka diberi penjelasan tentang mekanisme akses, tarif, dan alur keluar-masuk kawasan smart gate yang kini lebih tertata.
Dishub juga melakukan penyesuaian bagi warga yang setiap hari melintasi kawasan alun-alun untuk beraktivitas atau menuju masjid. Tujuannya memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar tanpa mengganggu sistem parkir elektronik.
Dengan pemindahan titik kumpul ke Jalan Sudiro Selatan, dia berharap operasional dokar wisata tetap berjalan kondusif. Penataan ini juga diharapkan memberi kenyamanan bagi wisatawan, sekaligus mendukung wajah baru alun-alun yang kini berbasis teknologi dan lebih tertib. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho