BATU - Sebanyak 19 pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) meraih penghargaan dalam ajang Batu Tourism Award (BTA) 2025 di The Singhasari Resort & Convention pada Selasa malam lalu (2/12). Mereka yang menerima penghargaan yakni pengelola destinasi, objek daya tarik wisata (ODTW), hingga seniman berprestasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan penghargaan tahunan ini menjadi cara pemerintah memberikan ruang apresiasi kepada para pelaku industri pariwisata dan budaya. Khusunya bagi lembaga, komunitas, destinasi, dan jasa akomodasi yang telah mendorong kemajuan sektor wisata.
Onny menegaskan kontribusi sektor pariwisata masih menjadi motor utama ekonomi daerah. Tahun lalu, kunjungan wisata Kota Batu mencapai 10,5 juta orang. Kendati hingga awal Desember angka kunjungannya masih di angka 5 juta kunjungan.
Ia menambahkan tingkat kepuasan wisatawan terhadap pelayanan, kebersihan destinasi, keamanan, dan ketersediaan informasi masih berada pada kategori sangat baik. “Ini menunjukkan ekosistem pariwisata Kota Batu tumbuh sehat,” kata Onny.
Wali Kota Batu Nurochman memuji peran para pelaku wisata sebagai bagian penting dari keberlanjutan pariwisata daerah. Ia menekankan keberhasilan Kota Batu menjadi destinasi favorit di Jawa Timur merupakan hasil sinergi antara pemerintah dan pelaku industri.
“Sektor pariwisata adalah tulang punggung ekonomi Kota Batu. Dampaknya tidak hanya pada destinasi wisata tetapi juga jasa akomodasi dan UMKM,” ujar pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Menurutnya, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah untuk membangun infrastruktur, memperbaiki pelayanan, dan memperkuat dukungan kepada pelaku ekraf dan masyarakat.
Ia berharap pelaku pariwisata terus berinovasi dan memperluas pasar hingga tingkat internasional. “Pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan dan dukungan promosi agar sektor wisata semakin kompetitif,” tegasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho