BATU - Antusiasme warga Kota Batu untuk menjadi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) cukup tinggi. Hingga kemarin (1/12) sudah ada 32 orang yang mendaftar. Padahal formasi PPIH Kota Batu tahun depan hanya butuh satu orang saja yakni untuk ketua kloter. Artinya, 32 pendaftar akan berebut satu formasi tersebut.
Seleksi awal bagi para pendaftar akan digelar 10 Desember mendatang dengan materi seputar pengetahuan perhajian. Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Batu Basuki Rachmat menjelaskan bahwa 32 pendaftar itu akan dikerucutkan menjadi tiga hingga lima kandidat terbaik.
Mereka kemudian akan mengikuti tes lanjutan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. Pada akhirnya akan dipilih satu orang sebagai ketua kloter untuk melayani jemaah asal Kota Batu. Menurut Basuki, kemampuan bahasa Arab dan Inggris sangat membantu dalam tugas ketua kloter. Sebab, petugas harus mampu berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi.
“Selain itu, petugas juga harus sigap memastikan kelancaran seluruh rangkaian ibadah,” ungkapnya. Setelah dinyatakan lolos, petugas terpilih akan mengikuti pelatihan intensif selama satu bulan. Materi pelatihan meliputi pendampingan jemaah, manajemen risiko, hingga pengetahuan kesehatan dasar.
“Pelatihan itu penting agar ketua kloter siap memberi respons cepat di lapangan,” kata Basuki. Selain ketua kloter, kebutuhan petugas haji lain masih menunggu penetapan. Formasi yang diusulkan antara lain satu pembimbing Kemenag dari daerah lain, satu dokter dan satu-dua perawat, dua Petugas Haji Daerah (PHD), serta satu pembimbing dari KBIH.
Basuki menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan kompetitif. Yang terpilih harus benar-benar siap mengemban amanah karena tanggung jawabnya besar.
Sebagai informasi, PPIH adalah petugas resmi Kementerian Agama yang bertanggung jawab memastikan perjalanan ibadah haji berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.
Mereka mendampingi jemaah sejak pemberangkatan hingga kembali ke tanah air, termasuk memastikan layanan konsumsi, akomodasi, kesehatan, transportasi, dan bimbingan ibadah.
Tingginya minat pendaftar disebut mencerminkan besarnya perhatian masyarakat Kota Batu terhadap penyelenggaraan ibadah haji. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho