BATU - Sebanyak delapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan startup terima penghargaan Sae Award 2025 dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu pada rangkaian acara Pasar Rakyat Ultra Mikro (UMi) di halaman timur Balai Kota Among Tani pada Sabtu malam lalu (29/11). Delapan pelaku usaha itu dibagi dua kategori yakni makanan-minuman & fesyen dan rintisan usaha alias startup.
Wali Kota Batu Nurochman menyatakan penghargaan itu merupakan sikap apresiatif pemerintah terhadap kontribusi pelaku usaha dalam penggerakan perekonomian daerah. “Penghargaan diharapkan mendorong penerima menyusun peta program usaha yang lebih terarah,” ujarnya.
Selain piagam dan predikat, para pemenang mendapat paket dukungan berupa tabungan usaha dari Bank Jatim, BRI, dan BSI. Tabungan itu dimaksudkan untuk memperkuat permodalan dan mendorong skala usaha yang lebih besar. Dalam kesempatan itu pria yang akrab disapa Cak Nur itu menegaskan komitmen melanjutkan dukungan dalam bentuk lain.
Di antaranya fasilitas promosi hingga akses pembiayaan. Acara Pasar Rakyat UMi digelar bekerja sama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan. Direktur Utama PIP Ismed Saputra menilai program itu memperlihatkan sinergi pemerintah pusat dengan daerah dalam mendorong inklusi pembiayaan bagi usaha ultra mikro.
“Kita menggandeng ratusan pengusaha di Kota Batu untuk memperluas akses pembiayaan dan pendampingan,” katanya. Meski demikian, tantangan tetap ada. Pemerintah daerah diingatkan agar tidak hanya memberi penghargaan simbolis tetapi juga memastikan kelanjutan pendampingan mulai standar produk, akses pasar, hingga pencatatan keuangan.
Hal itu bertujuan agar UMKM benar-benar naik kelas. Penyerahan penghargaan Sae Award 2025 sekaligus menjadi momentum memperlihatkan ekosistem usaha yang tumbuh positif. Mulai dari pembiayaan, pelatihan, dan ruang pemasaran digabungkan untuk mendorong UMKM lokal memanfaatkan potensi Kota Batu sebagai destinasi wisata. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho