Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Andalkan DPK dan Merger Sekolah Disdik Buat 4 Skema Darurat Pemenuhan Guru

Aditya Novrian • Rabu, 26 November 2025 | 19:36 WIB
Strategi Pemenuhan Kekosongan Guru Sekolah Negeri di Batu.
Strategi Pemenuhan Kekosongan Guru Sekolah Negeri di Batu.

BATU - Kekosongan guru di SD dan SMP negeri Kota Batu terus meningkat dan diprediksi makin membesar tahun depan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu mulai menyiapkan skema darurat yakni redistribusi guru ASN, pemanfaatan guru DPK, merger sekolah, dan menunggu pengangkatan PPPK paruh waktu.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah guru di sekolah negeri terus tergerus karena purnatugas. Tahun depan, 52 guru dipastikan pensiun. Jumlahnya lebih banyak dibanding tahun ini yang mencapai 49 orang. Kondisi ini memperlebar kekurangan guru yang saat ini tercatat 63 orang terdiri atas 47 guru SMP dan 16 guru SD.

 

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP Disdik Kota Batu Rafika Ismawati mengatakan langkah ideal untuk memenuhi kekurangan guru yakni menunggu formasi seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) baik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

 

Namun, formasi guru tidak tersedia dalam beberapa tahun terakhir di seleksi tersebut. “Mayoritas guru justru mengikuti seleksi PPPK tenaga teknis. Untungnya, secara fungsional mereka tetap kembali ke sekolah asal,” ujarnya.

 

Ketidakpastian formasi guru pada seleksi CASN 2026 membuat Disdik mencari opsi lain. Salah satunya memaksimalkan guru tetap yayasan (GTY) berstatus ASN yang dulu diperbantukan (DPK) di sekolah swasta. Hal itu lantaran, formasi guru di sekolah negeri masih penuh.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, guru-guru DPK telah kembali ditugaskan mengajar di sekolah negeri. Hal itu mengacu pada Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN. Ada 28 guru yang dapat dialihkan tapi penempatannya tidak bisa serentak.

 

Sebab, sebagian besar mengampu mata pelajaran yang sudah kelebihan tenaga. Misalnya, Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA. Sementara, kekurangan justru terjadi pada Bahasa Inggris, PAI, dan PKn. “Kami tidak bisa menambah guru kecuali lewat selesksi CASN,” ujarnya.

 

Kepala Seksi PTK SD Disdik Kota Batu Lendy Hedipuma menyebutkan opsi lain yang mulai ditempuh yakni merger sekolah. Khususnya bagi sekolah yang jumlah siswanya sedikit. “Daripada guru mengajar di banyak sekolah, jauh lebih efektif bila digabungkan,” ujarnya.

 

Contoh merger telah terjadi pada SDN Sisir 2 digabung dengan SDN Sisir 5 karena penurunan jumlah murid baru secara signifikan. Penggabungan ini sekaligus menyatukan tenaga pendidik.

 

Menurut Lendy, skema merger juga memberi manfaat tambahan. Di antaranya guru lebih mudah memenuhi jam mengajar untuk syarat sertifikasi sehingga dapat memperoleh tunjangan profesi. “Tahun depan rencananya ada merger lagi,” kata Lendy.

 

Dia berharap kebutuhan guru dapat tertangani sambil menunggu kepastian formasi CASN dari KemenPAN-RB. Selain mengandalkan guru DPK dan merger sekolah, dia juga menunggu pengangkatan guru non-ASN yang lulus seleksi PPPK paruh waktu.

 

Mereka akan mengisi posisi guru yang pensiun. Namun, pengangkatan belum dapat dilakukan karena SK belum terbit. Kepala BKPSDM Kota Batu Santi Restuningsasi mengatakan verifikasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih berlangsung. “Termasuk formasi guru tahun depan, kami belum menerima informasi resmi,” pungkasnya.

Editor : Aditya Novrian
#pesan Gus Iqdam #Sekolah negeri di batu kekurangan tenaga pendidik