BATU - Di antara puluhan lapak di Car Free Day (CFD) Mbatu Sae, stan pedagang pernak-pernik menjadi salah satu titik yang paling ramai didatangi pengunjung. Hampir setiap pekan, lapak tersebut diserbu anak-anak hingga orang tua yang berburu aksesori murah dan berwarna-warni.
Pemandangan itu kembali terlihat kemarin pagi (16/11). Sejumlah anak tampak memilih jepit rambut dan gantungan kunci yang dipajang mencolok di etalase sederhana para pedagang kaki lima (PKL) di area CFD tersebut.
Ria Ayu Ika, salah satu PKL, mengaku sudah berjualan sejak awal CFD Mbatu Sae di-launching tahun lalu. Sebelum itu, ia memasarkan produk pernak-pernik kreasinya melalui marketplace. “Alhamdulillah, sejak ada CFD penjualan offline makin ramai,” ujarnya.
Ria memproduksi sebagian besar aksesori tersebut secara handmade. Produk yang dijual pun beragam, mulai jepit rambut, gelang, kalung, gantungan kunci, hingga bag charm. Tampilan warna-warni dengan karakter lucu membuat lapaknya mudah menarik perhatian anak-anak. “Harganya mulai Rp1 ribu sampai Rp15 ribu saja,” jelasnya.
Setiap gelaran CFD, Ria bisa menjual puluhan produk. Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung CFD Mbatu Sae berdampak besar pada omzet para PKL. “CFD ini sangat membantu. Dagangan saya lebih cepat laku,” tutur warga Kelurahan Sisir itu.
Salah satu pengunjung, Trisna Windari mengaku rutin datang bersama keluarga. Selain berbelanja pernak-pernik untuk anaknya, ia juga memanfaatkan CFD untuk berburu sarapan. “Model aksesori di sini lucu-lucu dan harganya terjangkau,” katanya.
Trisna menilai CFD Mbatu Sae sebagai ruang publik yang nyaman untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Ragam kuliner yang ditawarkan, mulai dari makanan tradisional, jajanan, hingga menu berat menjadi daya tarik tambahan. “Sangat cocok untuk family time karena fasilitasnya lengkap,” pungkasnya. (adv/ori/dre)
Editor : A. Nugroho