Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sempat Berseteru, Pendamping Atlet Kembalikan Tambahan Hadiah Wali Kota Batu Open

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 14 November 2025 | 16:23 WIB
BERAKHIR DAMAI: Wali atlet menyerahkan kembali tambahan hadiah Wali Kota Open 2025 ke Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di Balai Kota Among Tani Batu kemarin (13/11).
BERAKHIR DAMAI: Wali atlet menyerahkan kembali tambahan hadiah Wali Kota Open 2025 ke Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di Balai Kota Among Tani Batu kemarin (13/11).

BATU - Polemik mewarnai gelaran Wali Kota Batu Open 2025, turnamen bulu tangkis yang berlangsung pada 6–9 November lalu. Perselisihan muncul setelah penyerahan hadiah oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di GOR Ganesha pada 9 November lalu.

Sejumlah atlet dan orang tua mengaku kecewa lantaran nominal hadiah tidak sesuai dengan informasi yang tertera pada pamflet resmi. Turnamen yang disebut memiliki total hadiah Rp65 juta itu rupanya hanya menyalurkan Rp58,8 juta untuk 16 nomor pertandingan.

“Ternyata yang kami terima sangat kecil. Juara tiga hanya mendapat Rp150 ribu, padahal di pamflet tertulis Rp250 ribu,” ujar Hendrik, salah seorang wali atlet. Ia mengaku sudah meluangkan tiga hari untuk mendampingi anak bertanding.

Dia merasa keringat dan pengorbanan yang telah dilakukan tak sepadan dengan apresiasi yang diberikan. Usai menerima keluhan, panitia disebut menyampaikan bahwa anggaran hadiah telah habis. Namun, mereka mendadak berupaya menutup kekurangan tersebut.

Tawaran itu ditolak wali atlet mentah-mentah. Hendrik mengaku sudah kepalang kecewa. Menurutnya, ini soal prinsip dan kepercayaan. Sebagai bentuk protes, para wali atlet dan perwakilan klub sepakat mengembalikan seluruh tambahan hadiah yang diterima.

Uang tersebut mereka serahkan kembali secara simbolis kepada Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto di Balai Kota Among Tani kemarin (13/11). “Alhamdulillah sudah kami serahkan,” ujar Hendrik.

Menanggapi polemik itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Didik Machmud menyayangkan kelalaian panitia dalam transparansi hadiah. Ia menilai dugaan pemotongan hadiah telah mencederai semangat sportivitas.

“Kalau hadiahnya ada perubahan seharusnya disampaikan sejak awal,” tegasnya. Politikus Partai Golkar tersebut meminta panitia memberikan klarifikasi terbuka agar persoalan tidak berkepanjangan dan tidak mencoreng nama baik Pemkot Batu sebagai penyelenggara. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#hadiah #atlet #kota batu #bulutangkis