BATU - Di tengah maraknya keluhan kendaraan bermasalah usai mengisi BBM jenis pertalite di berbagai daerah Jawa Timur, Kota Batu masih terpantau aman. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan belum ada laporan serupa di Kota Batu. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada dan melakukan pengecekan sebelum membeli BBM.
Area Manager Communications, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengungkapkan hingga pekan ini pihaknya telah menerima hampir 2.000 laporan terkait gangguan mesin kendaraan akibat dugaan campuran air dalam pertalite. “Laporan terbanyak berasal dari Bojonegoro dan Surabaya,” ujarnya.
Sementara, di Malang Raya hanya tercatat 15 laporan dari Kota Malang dan 13 laporan dari Kabupaten Malang 13. Ahad mengimbau masyarakat tidak abai terhadap kualitas bahan bakar yang dibeli, baik dari SPBU resmi maupun dari pengecer. “Pembeli bisa mengecek langsung kualitas BBM di display sampel yang wajib disediakan setiap SPBU,” katanya.
Setiap stasiun pengisian, lanjut Ahad, diwajibkan menyimpan retensi sampel bahan bakar yang dijual pada hari itu. Sampel tersebut berfungsi sebagai pembanding bila di kemudian hari muncul keluhan dari pelanggan. “Kalau ditemukan kejanggalan, pelanggan berhak membatalkan transaksi,” tegasnya.
Selain memastikan kualitas fisik BBM, Pertamina juga meminta konsumen selalu mencetak struk pembelian. Bukti transaksi itu menjadi dasar validasi apabila pelanggan mengajukan laporan resmi atau klaim kerugian. “Dengan struk, kami bisa langsung menelusuri SPBU yang menyalurkan BBM tersebut,” kata Ahad.
Pertamina juga mendorong masyarakat menggunakan aplikasi MyPertamina atau e-wallet untuk transaksi pengisian. Sistem digital ini merekam detail waktu, lokasi, dan jenis BBM yang dibeli. Dengan begitu, pelacakan bisa cepat dilakukan. Khusus bagi pelanggan terdampak, Pertamina membuka opsi penggantian biaya servis kendaraan.
Namun, syaratnya harus disertai bukti struk pembelian dan hasil pemeriksaan bengkel resmi. Meski belum bekerja sama dengan bengkel rujukan di Kota Batu, mekanisme penggantian tetap dimungkinkan setelah verifikasi dilakukan. Sementara itu, uji kualitas BBM di seluruh SPBU Jawa Timur terus dilakukan secara berkala.
Pemeriksaan meliputi distribusi, kadar air, dan density bahan bakar untuk memastikan standar mutu sesuai spesifikasi nasional. Pertamina berkomitmen menjaga kualitas produk di seluruh jalur distribusi. “Namun, peran aktif konsumen juga penting. Terutama dalam memastikan BBM yang dibeli benar-benar sesuai standar,” tutup Ahad. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho