Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

City Agrokreatif Tour di Kota Batu Jadi Media Promosi Potensi Lokal

Fajar Andre Setiawan • Senin, 10 November 2025 | 17:06 WIB
PENGALAMAN MENARIK: Salah seorang peserta ICCF 2025 memetik langsung apel dari pohonnya saat kunjungan ke Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji pada Jumat lalu (7/11).
PENGALAMAN MENARIK: Salah seorang peserta ICCF 2025 memetik langsung apel dari pohonnya saat kunjungan ke Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji pada Jumat lalu (7/11).

BATU - Selama di Kota Batu, para peserta Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 juga diajak berkeliling untuk menikmati kearifan lokal. Agenda tersebut dikemas dengan tajuk Agrokreatif City Tour. Agenda tersebut sekaligus menjadi upaya Kota Batu untuk menyandang gelar Kota Gastronomi UNESCO.

Para peserta berkesempatan menjajal berbagai destinasi wisata dan potensi lokal andalan Kota Batu. Salah satunya di wisata petik apel Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. “Di sana, peserta mengunjungi langsung koperasi hingga melihat proses pengolahan apel,” ungkap Tubagus Fiki C Satari, Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

Mereka juga turut mempelajari struktur kelembagaan koperasi dalam menjaga keberlanjutan ekonomi petani. Sementara, aktivitas pengolahan apel untuk berbagai macam produk turunan cukup membuat para peserta ICCF terkesan. Mulai dari pengolahan buah menjadi kripik, sari buah, cuka apel, dan berbagai jenis produk lainnya.

Tak hanya itu, para peserta juga diajak mengunjungi Kampung Tempe di Desa Beji, Kecamatan Junrejo. Pemilihan lokasi tersebutmenjadi salah satu upaya mengenalkan kearifan lokal dalam rangka pengusulan Kampung Tempe sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) kepada Kementerian Kebudayaan.

Rombongan ICCF juga diajak mengunjungi Pasar Induk Among Tani. Pasar yang digadang-gadang terbesar di Indonesia itu dianggap sebagai pusat perputaran hasil pertanian, kuliner, dan produk lokal lainnya. Para peserta melihat langsung bagaimana hubungan antara produsen, pedagang, dan konsumen terjalin dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

“Ini menjadi sebuah representasi nyata bahwa praktik gastronomi sudah diterapkan di Kota Batu,” ujar Fiki. Agrokreatif City Tour ditutup dengan kunjungan ke Prasasti Sangguran. Situs sejarah tersebut menjadi saksi bisu perjalanan budaya agraris di kawasan Kota Batu dan Malang Raya.

Kekuatan pengelolaan bisnis pelaku UMKM menguatkan peran mereka sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Agrokreatif City Tour sekaligus menjadi gambaran kreativitas yang tidak hanya hidup di panggung festival. Melainkan, terus berjalan seperti rantai pedati yang bergerak berkelanjutan. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#unesco #wbtb #ICCF #kota batu