BATU - Akhirnya proyek peningkatan kapasitas drainase di Pasar Induk Among Tani bakal segera bisa digarap. Pasalnya, material sudah mulai datang sejak 1 Oktober lalu. Sebelumnya, proyek tersebut sempat macet lantaran pengiriman material dari pabrik mengalami kemoloran.
“Itu akan terus dikirim secara bertahap,” terang Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Syeh Zaenal Arifin. Dia menyampaikan proses pengiriman temasuk penurunan material dari kendaraan perlu kehati-hatian ekstra. Selain itu, penurunan juga harus dibantu dengan alat berat.
“Setelah ini yang didahulukan yakni area depan pasar. Sebab tidak ada penggantian saluran pipa di sana,” imbuh Syeh. Sementara, bagian belakang pasar dan sisi-sisi tertentu harus lebih dulu dilakukan penggantian pipa. Sehingga pengerjaan drainase di area belakang akan memakan waku sedikit lebih lama.
Pengerjaan di beberapa titik akan bersinggungan langsung dengan pedagang. Untuk itu, perlu dilakukan komunikasi lebih dulu agar aktivitas keduanya tidak saling mengganggu. Yang jelas aspek keamanan pedagang dan pengunjung pasar akan diutamakan. “Kami akan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar induk juga,” terangnya.
Dia mengimbau pedagang untuk tetap sabar. Sebab, penyelesaian masalah fisik akan dilakukan bertahap. Dia menambahkan perbaikan talang air juga terus berprogres. Mulai dari zona kuliner hingga zona yang ada di sekitarnya. “Kami memastikan proyek itu selesai pada November mendatang karena kontraknya hanya 90 hari kerja,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho