BATU - Peternakan dan pertanian terintegrasi di Kota Batu sebentar lagi dapat terwujud. Produksi kotoran ternak dari kandang komunal di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji mulai disetorkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat sejak dua pekan lalu. Ada 8.814 kilogram kotoran yang dihasilkan 260 ekor domba di sana setiap bulan. Dari situ, BUMDes Sumbergondo bisa memproduksi 60 kuintal pupuk organik setiap bulan.
Pemilik bilik 99 Farm Heriyanto mengatakan setiap domba rata-rata menghasilkan 1,13 kilogram kotoran per hari. Pihaknya mengaku telah teken MoU dengan BUMDes Sumbergondo untuk pengolahan pupuk organik dari kotoran ternak tersebut. Itu juga kompak dilakukan semua peternak yang ada di kandang komunal di sana.
“Pupuk tersebut nantinya dijual secara luas,” ungkapnya. Sejauh ini produksi pupuk organik tersebut diorientasikan menyasar petani sayur dari Desa Sumberbrantas, Kecamatan Batu. Petani di sana juga sudah menyatakan kesiapannya menerima pasokan itu. Mengingat harga jualnya juga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan pupuk kimia.
Ketua BUMDes Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji Anditya Fitrawan menjelaskan satu kemasan pupuk organik seberat 25 kilogram dijual dengan harga Rp 18 ribu. Pada pengiriman pertama dua pekan lalu, ada kotoran ternak seberat 1.200 kilogram yang diolah. Itu bisa menghasilkan 50 kemasan pupuk organik.
“Produksi masal akan dilakukan pada Oktober mendatang,” ungkapnya. Anditya mengaku alat penggilingan, mesin fermentasi kotoran, dan perlengkapan pengemasan sudah tersedia.
Jumlah pengelolanya akan ada tiga orang. “Setidaknya memerlukan waktu tiga bulan sampai siap pakai untuk sekali produksi,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho