Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pulau Jalan Sultan Agung Kota Batu Bakal Hadirkan 6 Konsep Berbeda  

Fajar Andre Setiawan • Kamis, 25 September 2025 | 17:01 WIB
DIPOLES ULANG: Pulau Jalan Sultan Agung bertema Jendela Batu Sae berganti warna dari hijau stabilo menjadi abu-abu.
DIPOLES ULANG: Pulau Jalan Sultan Agung bertema Jendela Batu Sae berganti warna dari hijau stabilo menjadi abu-abu.

 

BATU - Ada enam tema baru yang bakal hadir sebagai wajah baru pulau Jalan Sultan Agung. Masing-masing tema disiapkan untuk mempercantik jalan ikonik di Kota Batu itu. Mulai tema pertanian, seni, dan sport tourism center.

Menurut pantauan wartawan koran ini kemarin (23/9), tema pulau jalan pertama yang dilakukan pemolesan mengalami perubaha. Itu terjadi setelah penampakannya menuai banyak kritik dari publik.

Cat kawasan air mancur yang sebelumnya berwarna hijau stabilo diganti menjadi abu-abu. Air mancur juga sudah mulai menyala. Selain itu, penambahan bunga dan rumput di taman sudah mulai dilakukan sehingga membuat penampakannya lebih segar dari sebelumnya.

“Pulau jalan keempat juga sudah mulai revitalisasinya. Beberapa sculpture lama juga sudah kami copot untuk diganti dengan tema baru,” ujar Dian Fachroni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

Dia menilai revitalisasi ruang publik tersebut bertujuan untuk memberikan kesan baik kepada wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. Penataan sculpture disusun mengikuti alur perjalanan wisatawan dari arah Sultan Agung timur sampai dengan Museum Angkut.

Untuk itu, keenam tema yang disiapkan akan menghadirkan visualisasi yang bercerita. Seperti di pulau jalan pertama yang mengangkat tema Apel Jendela dan Batu Sae. Itu menggambarkan potensi pertanian dan alam yang kaya.

Dalam tema itu juga ditampilkan penampakan delapan gunung yang mengelilingi Kota Batu. Di antaranya, Gunung Anjasmoro setinggi 2.277 meter, Gunung Arjuno setinggi 3.339 meter, Gunung Banyak setinggi 1.306 meter, Gunung Kawi setinggi 2.551 meter.

Selanjutnya, Gunung Panderman setinggi 2.045 meter, Gunung Semeru setinggi 3.676 meter, Gunung Welirang setinggi 3.156 meter, dan Gunung Wukir setinggi 335 meter. “Itu sekaligus menginformasikan kepada pencinta alam mengenai pilihan tujuan pendakian,” paparnya.

Pulau jalan kedua akan mengangkat tema Kuda dan Sultan Agung. Tema itu berusaha menunjukkan representasi nilai sejarah dan semangat perjuangan dari Kota Batu. Selanjutnya, pulau jalan ketiga mengangkat potensi seni dan budaya.

Seperti kesenian bantengan yang menjadi seni tradisi khas Malang Raya. Sementara, pulau jalan keempat mengangkat tema olahraga. Itu dipilih karena posisinya berdekatan dengan objek wisata dan gedung olahraga.

Pulau jalan kelima mengusung tema flora dan fauna. Beberapa bunga dan hewan ikonik dari Kota Batu akan dibuatkan sculpture untuk merepresentasi keindahan dan keunikan flora dan fauna. Terakhir, pulau jalan keenam mengangkat tema potensi pendidikan.

Itu akan direpresentasikan dengan bentuk sculpture Dewi Saraswati. Tujuannya untuk mendeskripsikan ilmu pengetahuan yang bijaksana dan harmoni. Tokoh tersebut memiliki harapan yang besar untuk kemajuan spiritual dan intelektual.

Meski begitu, Dian menegaskan proses revitalisasi pulau jalan akan dilakukan bertahap. Menyesuaian anggaran belanja yang ada. Namun, pembiayaan revitalisasi pulau tematik itu diperkirakan akan mengandalkan Corporate Sosial Responsibility (CSR).

“Seperti revitalisasi pulau jalan pertama itu merupakan hasil Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Jawa Timur Park Group,” jelas dia. Revitalisasi tersebut juga akan mempertimbangkan tata kabel listrik di sepanjang Jalan Sultan Agung.

Hal itu mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2025 tentang Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik dan Kompensasi Atas Tanah, Bangunan, dan/atau Tanaman yang Berada di Bawah Ruang Bebas Jaringan Transmisi Tenaga Listrik.

Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu itu juga melakukan koreksi atas beberapa pohon di bawah jaringan. Terutama yang memiliki potensi untuk terus tumbuh dan meninggi. 

Hal itu dikhawatirkan menganggu jaringan transmisi listrik bertegangan tinggi. “Kami sudah berkoordinasi dengan PT PLN mengenai hal itu. Kami juga informasikan kepada pemberi CSR untuk penyesuaian tema yang digarap,” tandasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#DLH #pulau jalan #kota batu