BATU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu akhirnya resmi terealisasi. Meski baru satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Yakni milik Yayasan Sulaiman Al-Haj, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo.
Kepala Yayasan Sulaiman Al-Haj, H Suhardjito Sulaiman menyampaikan dapur SPPG tersebut sudah beroperasi sejak tanggal 19 Agustus lalu. Ada 11 sekolah yang dijangkau program MBG dari dapur SPPG tersebut.
“Rata-rata produksi harian mencapai 3.200 porsi per hari,” ungkapnya. Setiap sekolah yang mendapat jatah MBG disesuaikan dengan regulasi pemerintah pusat. Yakni memiliki jarak tempuh pengiriman maksimal empat kilometer.
Itu dilakukan untuk menjaga kualitas makanan agar tetap dalam kondisi baik ketika tiba di sekolah. “Menu yang dikirim setiap harinya juga berubah-ubah dan tentu saja dengan tetap memerhatikan kualitas gizinya,” tegas dia.
Salah satu sekolah yang telah menerima program MBG yakni SMA Negeri 2 Batu. Menurut pantauan Jawa Pos Radar Batu kemarin (4/9), siswa menerima menu makan berupa burger sebagai sumber karbohidrat dan ayam krispi sebagai sumber protein.
Untuk kebutuhan serat berupa selada dan tomat. Ada beberapa menu pelengkap seperti potongan keju, susu, dan empat butir anggur. “Setiap hari menunya enak, saya dan teman-teman sangat suka,” ungkap Dinsa Maulidya, salah seorang siswa SMA Negeri 2 Batu.
Dinsa menilai program MBG membantu menghemat uang jajan. Sebab, dia tak perlu membawa bekal atau membeli di kantin. Selain itu, menu yang berubah setiap hari membuatnya tak bosan dengan MBG.
“Hanya ada beberapa menu yang kurang saya suka. Misalnya, telur balado,” tutur siswi kelas X itu. Tapi secara umum dia menyukai program tersebut. Selain alasan berhemat dan enak, dia juga senang bisa makan bersama-sama dengan teman.
Lebih lanjut, Kepala SMA Negeri 2 Batu Wartono mengapresiasi pelaksanaan program MBG perdana yang diluncurkan di Kelurahan Dadaprejo. Setidaknya ada 1.057 siswa yang mendapat makan gratis setiap hari.
Makanan tersebut dikirim pukul 10.00. Lalu didistribusikan ke siswa pada pukul 11.15 dan dilakukan pengambilan alat makan pada pukul 13.00. “Tentu kami berharap bisa berkelanjutan karena anak-anak juga senang dan antusias,” ungkapnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho