Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Halte Buah dan Sayur di Beberapa Ruas Jalan Kota Batu Segera Dibongkar

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:17 WIB

BAKAL DIBONGKAR: Salah satu halte berbentuk wortel di Jalan Brantas, Kecamatan Batu tampak mangkrak dan tak terawat kemarin (25/8).
BAKAL DIBONGKAR: Salah satu halte berbentuk wortel di Jalan Brantas, Kecamatan Batu tampak mangkrak dan tak terawat kemarin (25/8).
 

BATU - Halte buah dan sayur di beberapa ruas jalan Kota Batu bakal segera dibongkar. Itu seiring dilakukannya perbaikan trotoar dan drainase di sejumlah titik. Selain karena proses perbaikan, pembongkaran halte tersebut juga lantaran keberadaannya dinilai tidak penting lagi. Sebab, sudah tidak ada yang menggunakannya. 

Halte tersebut sempat menjadi sorotan legislator. Fasilitas yang dulunya dimanfaatkan untuk menanti angkutan umum itu sudah tak berfungsi sebagaimana mestinya. Justru kini tampak mangkrak dan tak terawat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan, pembongkaran halte itu akan segera terealisasi.

Apalagi proyek perbaikan trotoar dan drainase sudah dimulai awal Agustus lalu. Ada target 10 titik perbaikan yang sedang berprogres. Antara lain Jalan Brantas, Jalan Pattimura, Jalan Sultan Agung, Jalan Sutan Hasan Halim, Jalan Rias Timur Alun-Alun, Jalan Dewi Sartika, Jalan Trunojoyo, Jalan Gajah Mada dan Jalan Agus Salim. 

Total panjang trotoar yang diperbaiki sepanjang 5,5 kilometer dengan lebar rata-rata 2,5 meter. Setelah pembongkaran, Alfi memastikan tidak akan membangun ulang halte baru. Mengingat kini keberadaannya sudah tak lagi dibutuhkan. Sedangkan, trotoar dinilai lebih fungsional utamanya bagi para pejalan kaki. 

“Trotoar juga bisa mewadahi minat olahraga masyarakat yang mulai tumbuh saat ini. Khususnya tren lari sehingga bisa menjadi sarana wisata olahraga yang menarik dan nyaman,” imbuhnya. Dirinya menyebut proses pengerjaan trotoar masih dalam tahap pembersihan lokasi. 

Seperti pembongkaran dan penggalian tanah untuk drainase di bawah trotoar. Sebab, perbaikan keduanya menjadi satu paket. Dengan begitu aliran air bisa lancar dan tidak menimbulkan genangan yang berpotensi merusak konstruksi jalan. Alfi menambahkankan anggaran yang disiapkan untuk proyek perbaikan tersebut sebesar Rp 22 miliar.

“Kami target November nanti bisa tuntas seluruhnya,” tegas alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#DPUPR #halte #drainase #batu #trotoar