Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

PKL CFD Kota Batu Kompak Gunakan Atribut Merah Putih 

A. Nugroho • Senin, 18 Agustus 2025 | 17:29 WIB

ANTUSIAS: Lilis Suryani, salah seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Car Free Day (CFD) Mbatu Sae mengenakan kebaya merah dan aksesoris serba merah putih kemarin (17/8). 
ANTUSIAS: Lilis Suryani, salah seorang Pedagang Kaki Lima (PKL) di Car Free Day (CFD) Mbatu Sae mengenakan kebaya merah dan aksesoris serba merah putih kemarin (17/8). 

BATU - Momen Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI) turut dirayakan Pedagang Kaki Lima (PKL)di Car Free Day (CFD) Mbatu Sae kemarin (17/8). Mereka kompak mengenakan baju bernuansa merah putih. Pakaian yang mereka kenakan menjadi simbol suka cita perayaan kemerdekaan Indonesia tahun ini.

 

Itu atas arahan Kepala Seksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Andry Yunanto. Dia mengaku telah mengumumkan ketentuan tersebut pada 16 Agustus atau satu hari sebelumnya. Menurutnya, animo PKL cukup tinggi.

 

Itu tampak dari kekompakan PKL dalam mengenakan pakaian merah putih. Padahal arahan tersebut tidak bersifat wajib. Namun, realitanya nyaris semua PKL mengikuti arahan itu. “Bahkan ada yang menambahkan atribut lain seperti balon merah putih dan hiasan di tenant masing-masing,” ungkapnya. 

 

Ada yang mengenakan kaos merah celana putih. Ada pula yang sebaliknya. Bahkan ada yang melengkapi penampilannya dengan akasesori seperti bando dan pin merah putih. Akseori itu tidak hanya dikenakan pribadi melainkan juga dijual kepada pengunjung.

 

Salah seorang penjual aksesoris, Lilis Suryani mengaku kebanjiran permintaan aksesori bertema kemerdekaan. Khususnya untuk topi hias. Dia mengaku sudah menjual lima lusin selama menjelang momen kemerdekaan ini. Perempuan asal Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji menjual topi hias dengan harga Rp 20 ribu per pcs. 

 

“Omzet topi hias mungkin sudah mencapai Rp 1,2 juta. Itu hanya untuk topi hias saja, belum termasuk aksesoris lain,” ungkap Lilis. Dia mengaku penjualan terus naik saat mendekati hari kemerdekaan. Biasanya dirinya hanya mampu meraup omzet sekitar Rp 150-250 ribu saja setiap event CFD.

 

Lilis mengatakan pembeli aksesorinya tidak hanya dari pengunjung saja. Namun, juga dari sesama pedagang. Banyak pedagang yang tertarik mengenakan bando merah putih yang juga ia kenakan kemarin. “Satu bandonya saya jual 15 ribu,” terang pemilik usaha bernama Nabila Aksesoris itu. 

 

Setelah perayaan HUT Ke-80 RI kemarin, pesanan masih terus mengalir. Bahkan saat ini dia sedang menyiapkan pesanan topi yang bakal diambil tanggal 23 mendatang. “Saya masih ada pesanan sebanyak 20 buah untuk keperluan jalan sehat,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#pkl #kota batu #Merah #hut ri #putih #80 #cfd