BATU - Persiapan untuk merealisasikan program Makan Bergizi Gratis di Kota Batu masih panjang. Perlu banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus dilibatkan. Tiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setidaknya memerlukan 41 orang. Sedangkan kebutuhan SPPG mencapai 14 titik. Artinya, perlu 574 tenaga untuk menjalankan operasionalnya.
Kebutuhan SDM di tipa SPPG terbagi atas empat bagian. Di antaranya bagian dapur terdiri atas satu orang kepala koki, tiga orang koki, dan dua orang asisten koki. Kemudian, bagian persiapan terdiri atas satu orang leader, satu orang urusan gudang, dua orang cleaning service, satu orang teknisi, dan sembilan orang tim persiapan.
Selanjutnya, di bagian pemorsian dan pencucian akan dipimpin satu orang leader, tujuh orang pemorsian, dan enam orang yang mencuci alat makan dan alat masak. Terakhir, untuk bagian lapangan terdiri atas satu orang leader, dua orang driver, satu orang kondektur, dan satu tim pemantau di lapangan.
Anggota Komisi B DPRD Kota Batu Agung Sugiono mengatakan, setiap dapur SPGG akan dibantu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang ditugaskan Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka akan menjadi kepala SPPG yang bertanggung jawab untuk memastikan kelancaran MBG di wilayah tugas masing-masing.
“Termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” ungkapnya. Sementara, untuk kebutuhan tenaga lainnya akan dilakukan perekrutan secara mandiri. Utamanya dengan memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi SPPG. Tujuannya untuk memberikan efek terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga lokal melalui program tersebut.
“Namun, beberapa yayasan memiliki kriteria tertentu, misalnya harus berusia produktif,” tuturnya. Tentu saja SDM yang akan diberdayakan di tiap SPPG akan mendapat bimbingan dan arahan sebelum melaksanakan tugas. Agung memastikan bisa mulai mengoperasikan SPPG yang sudah siap pada September mendatang.
Sebab, mayoritas SPPG yang akan dibangun di Kota Batu masih berada di tahap pengusulan. Di samping itu, operasional SPPG menunggu pelantikan SPPI yang baru akan dilaksanakan pada 17 Agustus nanti.
Terpisah, Penanggungjawab SPPG Yayasan Berkah Saudara Abadi, Ibnu Sriwawan mengungkapkan pembangunan SPPG kini masih dalam tahap finalisasi. Dia menyebut lulusan SPPI akan diposisikan sebagai koordinator SPPG. “Jadi segala proses memasak hingga pendistribusian akan dikomando dan terintegrasi langsung dengan BGN,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho