Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Ada Ratusan Peserta KB Baru di Kota Batu Tiap Bulan, 265 Pasutri Ikut Program Dua Anak Lebih Sehat

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 18 Juli 2025 | 16:23 WIB
Jumlah Peserta KB Baru Juni 2025.
Jumlah Peserta KB Baru Juni 2025.

BATU - Setiap bulan ada ratusan pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi peserta Keluarga Berencana (KB) baru di Kota Batu. Seperti pada bulan Juni lalu, ada 265 pasutri yang melakukan berbagai jenis KB. Mulai dari KB suntik, kondom, hingga KB tubektomi.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP-2KB) Kota Batu, saat ini ada 25.953 peserta KB yang aktif. Sebelumnya, pada akhir Mei lalu jumlahnya masih sebanyak 25.688 saja.

Dari tiga wilayah, Kecamatan Batu memiliki jumlah peserta paling banyak. Yakni sebanyak 10.054 orang.

“Penambahan jumlah peserta KB relatif stabil di angka 200-an setiap bulan,” terang Muhammad Hartoto, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB. Itu lantaran kegiatan sosialisasi terus dilakukan secara rutin dan masif.

Dia mengatakan KB jenis Intrauterine Device (IUD) paling banyak diminati. Alasannya, efektifitas metode kontrasepsi tersebut mencapai 99 persen. Itulah mengapa pada bulan Juni lalu ada 95 perempuan yang memilih jenis KB tersebut.

Hartoto menyebut pada bulan-bulan sebelumnya, jenis KB IUD selalu memiliki peminat paling tinggi. Di urutan kedua, kondom juga menjadi jenis KB dengan peminat terbanyak. Ada sebanyak 47 pengguna yang terdata sebagai peserta KB baru pada bulan lalu.

“Yang paling banyak menggunakan KB jenis ini (kondom) ada di Kecamatan Bumiaji yakni 36 orang,” imbuhnya. Pria asal Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang itu menyebut jumlah peserta KB baru pada Juni lalu dari Kecamatan Junrejo sangat minim. Hanya ada 19 peserta saja.

“Enam orang memilih implan, 10 orang IUD, dan tiga lainnya tubektomi,” terangnya. Sementara, sisanya sebanyak 91 peserta KB baru pada Juni lalu berasal dari kecamatan Bumiaji.

Pria yang akrab disapa Totok itu menambahkan sejauh ini Kota Batu belum mengalami kekurangan atau kelebihan jumlah penduduk. Alias masih stabil. Namun sosialisasi terkait program KB akan terus dilakukan. Itu sebagai upaya preventif terhadap lonjakan jumlah penduduk yang tidak terkontrol.

“Biasanya kami intervensi di kegiatan-kegiatan seperti bimbingan pranikah dan kegiatan sosialisasi lainnya,” tutupnya. Program KB juga bertujuan mendukung program pemerintah agar pemerataan kesejahteraan bisa direalisasikan.

Sejauh ini juga ada target dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Yakni untuk mewujudkan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang ditetapkan setiap lima tahun sekali. Termasuk juga ada target kepersertaan KB jenis vasektomi.

“Kami sudah memenuhi target sejak Mei lalu,” pungkasnya. (nj5/dre)

Editor : A. Nugroho
#KB #DP3AP2KB #pasutri #kota batu adalah