BUMIAJI - Kabar baik untuk para pencinta alam.
Khususnya bagi para pendaki.
Mulai hari ini (10/5), jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang kembali dibuka setelah ditutup sejak 1 November 2024 lalu.
Kepala Seksi Perencanaan Pengembangan dan Pemanfaatan UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Dinas Kehutanan Provinsi Jatim Sadrah Devi mengatakan jalur pendakian sudah ditutup selama enam bulan.
Lebih lama dari yang direncanaka sebelumnya.
Itu tak lepas dari cuaca ekstrem yang menyebabkan sejumlah bencana.
Salah satunya longsor di Jalan Raya Batu Mojokerto, Kabupaten Mojokerto pada 3 April lalu.
Pembukaan jalur pendakian juga lantaran pemulihan ekosistem sudah berhasil dilakukan.
Kendati kuotanya masih sangat terbatas.
“Kami hanya buka kuota 500 pendaki saja per hari. Ini berlaku masa uji coba hingga 1 Juni mendatang,” ungkapnya.
Pembatasan kuota pendakian rutin dilakukan.
Menyesuaikan dengan kondisi alam dan animo pendaki.
Saat kondisi alam tak bersahabat tentu saja kuota akan semakin sedikit.
“Sebelumnya, pernah juga kami batasi 400 kuota saja,” imbuhnya.
Devi menyebut animo pendaki Gunung Arjuno dan Gunung Welirang selalu tinggi.
Bahkan berapapun kuota yang dibuka nyaris setiap hari penuh.
Pembatasan kuota pendakian bertujuan menjaga kawasan konservasi dan menjadi kondusivitas.
Dengan begitu pengawasan terhadap pendaki tetap bisa dilakukan secara masif.
Sehingga, aspek keselamatanjuga bisa tetap terjamin.
Apalagi mengingat jalur pendakian berisiko tinggi terjadi bencana cuaca ekstrem dan rawan kebakaran hutan.
Devi mengimbau agar para pendaki untuk tetap berusaha menjaga keselamatan diri sendiri dan alam.
“Kemungkinan bisa kami tutup sewaktu-waktu apabila ada cuaca ekstrem yang berpotensi mem bahayakan pendaki,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian