BATU - Belum ada tanda-tanda pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menyasar madrasah.
Baik Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), maupun Madrasah Aliyah (MA).
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Siti Nurjamila mengatakan belum ada tindak lanjut yang jelas terkait pelaksanaan program MBG di madrasah.
Bahkan dalam proses uji coba, madrasah cenderung tidak dilibatkan.
Siti mengaku beberapa kali mengikuti koordinasi di tingkat nasional secara daring.
“Kami diminta untuk koordinasi dengan pemerintah daerah. Kemudian kami lakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu tapi juga belum ada kelanjutannya,” ungkapnya.
Itulah yang membuat dirinya tak punya gambaran terkait pelaksanaan program itu.
Padahal madrasah turut antusiasi dengan program yang diiniasi langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.
Terbukti banyak kepala madrasah yang mempertanyakan kejelasan pelaksanaannya.
Bahkan, ada yang kecewa lantaran madrasah tak dilibatkan dalam uji coba.
Padahal kebutuhan anggaran di madrasah tak sebanyak sekolah negeri dan swasta.
Mengingat hanya ada 47 lembaga dengan jumlah siswa sekitar 1.819 saja.
Terdiri atas 24 RA, 14 MI, lima Mts, dan empat MA. (iza/dre)
Editor : A. Nugroho