BATU - Meski angka kunjungan wisata di Kota Batu rendah selama bulan Ramadan, realisasi pajak di sektor pariwisata pada triwulan pertama melampaui target.
Capaian ketiga jenis pajak, yakni hotel, restoran, dan hiburan sudah menyentuh 30 persen.
Padahal target yang harus dicapai hanya sebesar 25 persen dari total target yang ada.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu Mohammad Nur Adhim mengatakan realisasi pajak hiburan paling tinggi dengan capaian 32,44 persen atau berkisar Rp 15,3 miliar.
Sedangkan, targetnya sebe sar Rp 47 miliar.
Sementara, realisasi pajak restoran me nyentuh 29,25 persen atau berkisar Rp 10,5 miliar.
Sedangkan, targetnya sebesar Rp 35,9 miliar.
“Untuk pajak hotel realisasinya 28,46 persen atau Rp 12,9 miliar dari total target Rp 45,5 miliar,” ungkapnya.
Adhim menilai capaian pajak tersebut menjadi angin segar untuk menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
Mengingat target pajak di sektor pariwisata tahun ini tak mengalami kenaikan.
“Targetnya masih sama dengan 2024 lalu yakni sebesar Rp 128,8 miliar,” imbuh dia.
Alasannya, karena target tahun lalu belum berhasil tercapai.
Adhim yakin tahun ini capaian pajak pariwisata bisa tem bus 100 persen.
Apalagi ada beberapa objek wisata baru.
Dia berharap angka kunjungan wisata akan turut terdongkrak.
Pria asal Kota Semarang itu mengaku terus melakukan upaya untuk terus mengejar potensi realisasi pajak tersebut.
Misalnya dengan pemantauan secara masif terhadap sektor wajib pajak (WP).
Sejumlah petugas juga diturunkan langsung ke lapangan untuk pengawasan pada momen high season. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho