BATU - Keberadaan fire hydrant atau hidran pemadam di Kota Batu masih sangat minim.
Sejauh ini Kota Batu hanya memiliki 11 unit saja.
Padahal idealnya setiap desa atau kelurahan seharusnya punya satu hidran pemadam.
Itu artinya, Kota Batu masih membutuhkan 13 unit lagi.
Mengingat Kota Batu punya lima kelurahan dan 19 desa.
Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sudah berencana menambah satu unit hidran pemadam tahun ini.
Lokasi pemasangan di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu Agung Sedayu mengatakan pengerjaan akan dilakukan pada triwulan ketiga.
“Kebutuhan anggarannya sekitar Rp 100 juta,” ujarnya.
Dia menjelaskan hidran pemadam berfungsi untuk memberikan pasokan air secara cepat saat terjadi kebakaran.
Sebab, untuk melakukan pengisian ulang tangki air mobil pemadam membutuhkan waktu lama.
Untuk itu pembangunan hidran pemadam bertujuan untuk efektivitas dan efisiensi.
Untuk membangun hidran pemadam perlu sumber air.
Bisa menggunakan air PDAM maupun Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam).
Hidran pemadam nantinya harus tersambung dengan pipa-pipa sumber air tersebut.
Sehingga tak perlu membangun penampung air di bawahnya.
Hidran pemadam dapat mengisi tangki mobil pemadam dengan cepat jika kecepatan tinggi.
Bahkan, untuk kapasitas 4.000 liter hanya perlu waktu 6 menit saja.
Namun, bila kecepatannya kurang, bisa sampai 11 menit.
“Kami akan lengkapi kebutuhan idealnya seiring waktu. Sambil kami lakukan kajian titik-titik efektivitasnya,” ungkapnya.
Sejauh ini pembangunan hidran memprioritaskan kawasan padat penduduk.
Seperti di Kelurahan Sisir dan Temas, Kecamatan Batu.
Area tersebut terkover hidran yang ada di sekitar Alun-Alun Kota Wisata Batu.
Sementara, untuk wilayah Songgokerto dan Sumberejo, terkover hidran pemadam di sekitar Royal Orchid Garden Hotel. (iza/dre)
Editor : A. Nugroho