Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

20 Komoditas Sayur dan Buah Hasil Pertanian Kota Batu Bakal Diekspor ke Dubai dan Singapura

Fajar Andre Setiawan • Senin, 17 Maret 2025 | 18:10 WIB
KIRIM SAMPEL: Sejumlah pelaku UMKM sedang menyiapkan sampel buah dan sayur segar untuk dikirim ke Dubai dan Singapura pada Sabtu (15/3). (DISKUMPERINDAG KOTA BATU FOR RADAR BATU)
KIRIM SAMPEL: Sejumlah pelaku UMKM sedang menyiapkan sampel buah dan sayur segar untuk dikirim ke Dubai dan Singapura pada Sabtu (15/3). (DISKUMPERINDAG KOTA BATU FOR RADAR BATU)

BATU - Sampel 20 komoditas sayur dan buah hasil produksi pertanian Kota Batu resmi dikirim ke Dubai dan Singapura pada Sabtu lalu (15/3).

Pengiriman sampel itu bertujuan untuk menjajaki kerja sama ekspor berkelanjutan ke depannya.

Sebanyak 20 komoditas itu merupakan produk UMKM Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE) yang bekerja sama dengan PT Sweet Greens Indonesia.

Kepala bidang (Kabid) Perdagangan Nurbianto Puji mengatakan produk yang dikirim di antaranya kentang, wortel, bit merah, kubis, serai, brokoli, jambu kristal, jambu merah, dan jeruk manis.

Selain itu ada juga sweet potato, lobak putih, alpukat, dan masih banyak lainnya.

“Masing-masing komoditas kami kirimkan sampel sebanyak sebanyak 200 kilogram,” terangnya.

Selain dikirim ke Dubai dan Singapura, produk itu juga akan dikirim ke Jakarta.

Tujuannya untuk menyuplai beberapa toko swalayan besar di sana.

Nurbianto berharap komoditas pertanian Kota Batu dapat mendunia dengan sistem pengelolaan yang dapat profesional dan modern.

“Kami mendorong UMKM lain untuk bergabung dalam koperasi multi pihak,” pintanya.

Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi capaian tersebut.

Ia menyebut itu selaras dengan program prioritas 100 hari kerja dia.

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu mengatakan pengiriman sampel tersebut merupakan langkah awal untuk membuka pasar bagi komoditas pertanian Kota Batu yang lebih luas.

“Kami berkomitmen terus memberikan kemudahan izin, sertifikasi produk, hingga prosesnya,” tutur dia.

Sejauh ini, koperasi multi pihak menjadi opsi yang tepat untuk dapat menggerakkan ekspor.

Sebab, koperasi itu mampu memberikan bantuan permodalan, pengembangan, penelitian, hingga ekspor.

“Dukungan kami juga dalam bentuk pendirian laboratorium pertanian untuk memudahkan kerja petani dengan bantuan teknologi nantinya,” tandasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#sayur #singapura #dubai #hasil pertanian #buah