Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Minat Pengusaha Katering di Kota Batu untuk Jadi Pemasok MBG Rendah

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 16 Maret 2025 | 19:00 WIB
LAHAP: Salah seorang siswa SD di Kota Batu sedang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam proses uji coba akhir tahun 2024 lalu.
LAHAP: Salah seorang siswa SD di Kota Batu sedang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam proses uji coba akhir tahun 2024 lalu.

BATU - Minat pengusaha katering di Kota Batu untuk menjadi pemasok program makan bergizi gratis (MBG) sangat minim.

Itu disinyalir lantaran modal yang harus disiapkan cukup besar.

Yakni sekitar Rp 400 juta.

Modal yang paling besar harus dikeluarkan yakni untuk pengadaan ompreng atau tempat makan.

Ketua Paguyuban Katering Pariwisata Kota Batu Robey Firmansyah mengatakan saat ini baru dia saja yang sudah mengajukan diri sebagai calon pemasok program MBG.

Sebenarnya ada dua, namun satu pelaku usaha katering lainnya akhirnya mengundurkan diri.

”Teman-teman belum berani karena modalnya terlalu besar,” ujarnya.

Misalnya, untuk pengadaan ompreng.

Jika setiap ompreng harganya Rp 50 ribu, maka kebutuhan tiap pelaku usaha katering dua kali lipat dari jumlah siswa yang akan disasar.

Sebab, ompreng yang diserahkan akan diambil hari berikutnya saat pelaku usaha katering mengantarkan paket MBG.

Mekanisme seperti itu dinilai lebih efisien.

Robey mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) Batu sudah pernah menjelaskan mekanisme tersebut.

Termasuk kebutuhan 16 mitra pelaku usaha katering untuk menjangkau 32 ribu pelajar.

Itu artinya, setiap pelaku usaha katering akan mendapat bagian dua ribu pax MBG.

Itu artinya kebutuhan omprengnya sebanyak 4 ribu.

“Kalau Rp 50 ribu dikali 4 ribu sudah Rp 200 juta,” ujarnya.

Sementara, dengan harga 10 ribu per pax MBG, kebutuhan belanja bahan pokok setiap harinya maksimal Rp 20 juta.

Itu belum termasuk biaya gaji pegawai dan sejenisnya.

Ditambah pembayaran dari Pemkot Batu tentu tidak akan dilakukan setiap hari itu juga.

Meski begitu, Robey mengaku program MBG sangat menguntungkan pelaku usaha katering beserta turunannya.

Seperti penjual bahan pokok dan petani.

Terkait harga per pax MBG dirinya mengaku tak masalah.

“Itu sudah bisa mendapat menu makanan yang layak. Mulai dari daging ayam, lauk pauk, hingga buahbuahan,” pungkasnya. (iza/dre)

Editor : Aditya Novrian
#katering #MBG 2025 #kota batu #Minat Rendah