6 Komoditas Pertanian di Kota Batu Bakal Segera Diekspor

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Maret 2025 | 19:20 WIB
Photo
Photo

Pemkot Sudah Jalin Komunikasi dengan Offtaker dari Singapura

BATU - Enam komoditas hasil pertanian di Kota Batu bakal segera go internasional.

Rencana itu masuk dalam program prioritas 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu.

Upaya itu akan dilakukan melalui kerja sama dengan offtaker nasional dan offtaker internasional.

Itu sekaligus menjadi upaya mismatch antara supply dengan demand produk hortikultura yang ada di Kota Batu.

Untuk menuju ke sana, Wali Kota Batu Nurochman mengaku akan membantu kemudahan proses perizinan, sertifika si produk, dan infrastruktur penunjangnya.

Selain itu, dia juga mendorong terbentuknya koperasi multi pihak.

Photo
Photo

”Koperasi itu akan menjadi entitas bisnis pertanian secara kolektif yang berfungsi sebagai leading sector penggerak ekspor,” ucapnya. Koperasi tersebut akan beranggotakan para petani yang ada di Kota Batu.

Pengelolaannya akan dilakukan SDM yang mumpuni dan kompeten.

Terutama di bidang ekspor.

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menyebut ada beberapa hasil pertanian yang berpotensi dipasarkan ke luar negeri.

Di antaranya wortel, kentang, brokoli, alpukat, jambu kristal, dan sawi putih.

“Beberapa offtaker segera kami datangnya untuk menyeleksi sampel-sampel komoditas yang ada,” ujarnya.

Kerjasama dengan offtaker tidak hanya untuk ekspor berkelanjutan saja.

Melainkan juga untuk meminta fasilitas sertifikasi Good Agriculture Practice (GAP) sebagai salah satu syarat ekspor.

“Sementara ini kami sudah menjalin komunikasi dengan offtaker dari Singapura,” ungkapnya.

Kendati orientasi utama nya ekspor, Caknur juga akan menyasar pasar modern nasional.

Tentu saja itu juga upaya agar petani punya pasar yang jelas.

Konsekuensinya yakni harga jual hasil pertanian yang stabil bahkan cenderung tinggi.

“Kami ingin petani di Kota Batu sejahtera dan ekonominya terangkat,” imbuhnya.

Untuk target jangka panjang, pihaknya berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pertanian.

Tujuannya untuk membuat ekosistem pertanian yang lebih hidup dan bergeliat.

Sehingga, bisa membantu permodalan, pengembangan, penelitian, hingga ekspor.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, nilai ekspor Kota Batu pada 2024 tercatat sebesar Rp 6,2 miliar.

Dengan komoditas paling banyak berasal dari sektor pertanian yakni bunga petik.

Cak Nur berharap upaya tersebut bisa meningkatkan nilai ekspor dan kesejah teraan petani. (iza/dre)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Batu
ekspor ekonomi pertanian holtikultura kota batu koperasi petani