Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sempat Mangkrak, Rumah Rusak akibat Bencana di Kelurahan Temas Diperbaiki

Fajar Andre Setiawan • Senin, 10 Maret 2025 | 19:00 WIB
DISENTUH PERBAIKAN: Salah seorang pekerja sedang memperbaiki rumah milik Zaenal yang rusak akibat cuaca ekstrem di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu kemarin (9/3). (RORO DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
DISENTUH PERBAIKAN: Salah seorang pekerja sedang memperbaiki rumah milik Zaenal yang rusak akibat cuaca ekstrem di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu kemarin (9/3). (RORO DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU - Salah satu rumah di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu yang rusak akibat cuaca ekstrem pada 24 Desember 2024 lalu.

Perbaikan rumah tersebut cukup lambat lantaran sempat ada permasalahan batas tanah dengan warga sekitar.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Arief As Shiddiq mengaku sudah melakukan peninjauan sejak Januari lalu.

Namun, karena ada masalah dengan tanah milik warga sekitar akhirnya proses rehabilitasi rekonstruksi dihentikan.

“Setelah mendapat laporan kalau masalahnya sudah beres, baru kami terjunkan tim lagi kemarin (9/3) untuk melanjutkan prosesnya,” jelasnya.

Bahkan bantuan material sudah dikirimkan kepada pemilik rumah.

Mulai dari bata merah sebanyak 300 biji, semen lima sak, pipa paragon empat dim sebanyak empat buah.

Pengiriman material bangunan akan dilakukan secara bertahap.

Arief menyebut kebutuhan batu bata seharusnya 1.000 biji.

Artinya, kebutuhannya masih kurang 700 biji.

Selain itu, juga butuh pasir hitam satu kubik dan koral satu kubik.

Itu akan dikirim hari ini (10/3).

Sementara, tenaga yang di gunakan yakni swadaya dari warga setempat.

Dia menarget rehabilitasi rumah harus tuntas dalam dua pekan.

Pemilik rumah Zainal Ari fin mengaku lega akhirnya Pemkot Batu memproses rehabilitasi tempat tinggal nya itu.

Namun ia mengaku tak sanggup jika harus melakukan rehabilitasi secara mandiri.

“Hari ini (kemarin) sudah mulai saya kerjakan bersama saudara. Agak kesulitan karena tidak biasa bekerja di bangunan,” ujar pria be rusia 58 tahun itu.

Dari pantauan wartawan koran ini, konstruksi bangunan memang sudah tidak representatif.

Dinding bagian belakang rumah dan dapur retak cukup parah.

Usut punya usut itu terjadi karena saluran air tak mampu menahan curah hujan yang tinggi.

Akibatnya, Zainal Arifin kehilangan kamar mandi dan terpaksa mandi di masjid selama hampir satu bulan terakhir ini.

Dia sempat merenovasi kamar mandinya secara mandiri.

Dengan biaya yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 5 juta.

Namun, titik lainnya masih ia dibiarkan karena keterbatasan biaya.

Rumah bagian belakang itu sudah tidak lagi digunakan aktivitas apapun.

Dirinya berharap masyarakat sekitar bisa membantunya melakukan rehabilitasi.

Sehingga prosesnya bisa cepat selesai.

Semen tara itu, dia juga masih mengajukan kebutuhan lainnya.

Seperti kloset toilet dan keramik untuk membuat kamar mandi. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#rumah rusak #bantuan bahan bangunan #Kecamatan batu #Disperkim #kota batu #kelurahan temas #rehabilitasi