BATU - Pedagang zona kuliner Pasar Induk Among Tani Batu ketiban berkah Ramadan.
Pasalnya, jualan mereka tetap ramai seperti biasanya.
Bahkan, dua hari puasa berjalan ada yang mengaku mengalami kenaikan omzet sebanyak 50 persen.
Koordinator Pedagang Kaki Lima (PKL) Kuliner Pasar Induk Among Tani Batu Kinun Aurimak mengatakan ramainya zona kuliner disebabkan banyaknya warung di pinggir jalan yang tutup.
Akhirnya, pembeli mau tak mau mampir di sana.
Kinun menyebut zona kuliner beroperasi seperti biasa.
Dari 54 pedagang di sana, hanya tiga saja yang tidak berjualan.
Pria yang berjualan soto itu mengaku peningkatan jumlah pembeli juga ia rasakan.
“Biasanya saya menjual 100 porsi saja. Namun, dua hari ini habis 150 porsi,” ungkapnya.
Kendati begitu, itu tidak hanya berasal dari penjualan dine in atau makan di tempat.
Namun, juga berasal dari pesanan untuk menu buka puasa.
Dia berharap peningkatan penjualan akan terus terjadi selama bulan puasa.
“Kemungkinan mendekati Hari Raya Idul Fitri akan tambah banyak pesanan. Salah satunya untuk acara maleman,” tandasnya.
Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Batu suasana zona kuliner memang cukup ramai kemarin (2/3).
Pembeli didominasi ibu-ibu dan anak.
Beberapa pedagang juga banyak yang menutup lapaknya lantaran sudah kehabisan dagangan.
Sementara itu, salah seorang pedagang zona peracangan, Sholeh, 57 mengaku belum ada peningkatan penjualan sejak masuk bulan suci Ramadan ini.
“Masih sama seperti hari-hari biasa,” ujarnya.
Dia mengaku peningkatan daya beli masyarakat untuk kebutuhan dapur biasanya dimulai 10 hari terakhir bulan Ramadan. (iza/dre)
Editor : Aditya Novrian