BATU - Tempat pengolahan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS3R) Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu tak mungkin membuka kerja sama dengan pihak luar.
Itu lantaran produksi sampah di sana cukup tinggi yakni sebanyak 10,4 ton.
Sedangkan, kapasitas pembakaran harian insinerator atau mesin pembakar sampah di sana hanya 10 ton saja.
Padahal penambahan dua insinerator di TPS3R Kelurahan Sisir dan Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo pada akhir 2024 lalu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kerja sama pengolahan sampah dari desa lain dan pihak swasta.
Seperti yang sudah dilakukan TPS3R Kelurahan Dadaprejo beberapa waktu lalu.
Insinerator di sana tidak hanya mengolah produksi sampah di Kelurahan Dadaprejo saja.
Namun, juga dari Jatim Park 3, Warung Ken Dedes, dan Pengepul Limbah Catering.
Sekretaris TPS3R Kelurahan Sisir Yunita Maulina Rahmawati mengungkapkan produksi sampah yang cukup tinggi itu akibat banyaknya jumlah penduduk.
“Mayoritas sampah rumah tangga dan kafe atau rumah makan yang mendominasi di sini,” jelasnya.
Bahkan, saat akhir pekan produksi sampah di Kelurahan Sisir bisa mencapai 16,6 ton.
Itu yang membuat petugas TPS3R di sana kerap harus lembur untuk menuntaskan pembakaran sampah yang ada.
Yunita mengaku pada saat akhir pekan sebagian sampah juga kerap dilimpahkan ke TPS3R Kelurahan Dadaprejo. Jumlah petugas di TPS3R Kelurahan Sisir hanya 21 orang saja.
Jam operasional pembakaran yang disubsidi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga terbatas.
Hanya 8 jam saja setiap harinya.
Mulai dari pukul 07.00-16.00.
Sejauh ini, Yunita mengaku sudah ada salah satu pihak swasta yang mengajukan kerja sama.
Namun, terpaksa dia tolak karena kondisi insinerator yang tidak memadai.
“Untuk menuntaskan sampah sendiri saja cukup kewalahan. Kalau ada yang ikut membakar juga takutnya malah tidak sanggup,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana