Fajar Andre Setiawan• Selasa, 25 Februari 2025 | 18:35 WIB
PEMANFAATAN LAHAN TIDUR: Salah satu lahan holtikutura di RTH Kampus III UIN Maliki Malang di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo ditanami cabai kemarin (24/2).
Pemanfaatan Lahan Tidur Bertujuan Mendukung Program MBG
JUNREJO - Ruang terbuka hijau (RTH) Kampus III Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo bakal ditanami sebelas komoditas.
Pemanfaatan lahan tidur seluas 20 hektare itu bertujuan mendukung program andalan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, makan bergizi gratis (MBG).
Pemanfaatan lahan tidur itu dikemas dalam program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diluncurkan Polres Batu dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kemarin (24/2).
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata lahan seluas 20 hektare itu akan ditanami tanaman holtikutura.
Mulai cabai rawit, tomat, terong ungu, hingga terong hijau (selengkapnya baca grafis).
Grafis data pemanfaatan lahan tidur di Kota Batu.
“Cabai rawit akan ditanam di lahan seluas 500 meter persegi, tomat seluas satu hektare, terong ungu dan terong hijau seluas 3 ribu meter persegi, kacang tanah seluas 1,5 hektare, ubi cilembu seluas 3 irbu meter persegi, dan labu madu seluas 1,5 hektare,” jelasnya.
Semua komoditas yang ditanam rata-rata masa panennya sekitar 2-3 bulan.
Beberapa ada yang sedang dalam masa pemupukan.
Ada pula yang sudah memasuki masa panen sejak Januari lalu.
Contohnya komoditas brokoli yang harga jualnya sebesar Rp 10 ribu per kilogram.
Andi menyebut pemanfaatan lahan tidur sudah dimulai sejak bulan Desember lalu di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu dengan luas lahan 10 hektare.
“Kemudian ke depannya kami sudah merencanakan untuk menanam alpukat dan nangka,” tambah Andi.
Penanaman berbagai jenis tanaman itu diharapkan dapat menyuplai makanan di sekitar wilayah Desa Tlekung.
Selain itu, juga untuk mendukung program MBG dan membantu suplai Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dirinya menyebut rata-rata produktivitas per komoditas dapat menyuplai sekitar 500 kilogram kebutuhan pasar.
Andi berharap keberadaan hasil panen itu akan membantu ketersediaan bahan baku.
Terutama untuk mengendalikan harga pangan saat high season.
Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan ketahanan pangan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembangunan daerah.
Selain pemanfaatan lahan tidur, Kota Batu banyak di-support keberadaan lahan pertanian di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji.
“Dengan adanya program P2L ini segala jenis kebutuhan akan tercukupi,” ungkapnya.
Heli berharap munculnya berbagai inovasi di bidang pertanian bakal semakin memajukan Kota Batu dalam menjalankan program pemerintah pusat.
Sekaligus memberikan gizi kepada masyarakat setempat dengan hasil panen yang ada.
“Dengan kolaborasi ini saya berharap berjalannya MBG juga lebih mudah dan terstruktur,” tandasnya. (ori/dre)