BATU - Selama Januari sudah ada 57 kejadian bencana di Kota Batu.
Beberapa kejadian di antaranya menyebabkan delapan rumah rusak.
Baik yang disebabkan banjir, longsor, maupun angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Doddy Faturrachman merinci ada dua rumah yang mengalami rusak ringan.
Sementara, tiga rumah mengalami rusak sedang dan satu rumah rusak berat.
”Dua rumah sisanya terendam banjir,” ujarnya.
Dia menjelaskan rumah yang dikategorikan rusak ringan apabila kerusakannya antara 0-35 persen.
Sementara, yang rusak sedang jika kerusakan antara 35-75 persen.
Sedangkan, rusak berat apabila kerusakannya lebih dari 75 persen.
“Biasanya yang rusak berat sampai harus mengungsikan penghuni rumahnya,” ujarnya.
Sejauh ini, baru empat dari delapan rumah yang diajukan perbaikan.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perumahan, dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Prasetyo Bagus Wicaksono mengatakan ada tiga rumah yang ia tangani.
Sedangkan, BPBD hanya menangani satu rumah saja.
Dia merinci, empat rumah itu berada di desa dan kelurahan yang berbeda-beda.
Yakni di Kelurahan Temas, Kelurahan Songgokerto, Desa Gunungsari, dan Desa Giripurno.
“Yang di Kelurahan Temas-lah yang ditangani BPBD,” ujarnya.
Meski begitu, proses asesmen lapangan dilakukan bersama-sama.
Saat ini tiga rumah sudah dalam proses perbaikan.
Sejumlah material telah dikirim ke lokasi.
Anggarannya tidak terlalu besar.
Masih di bawah Rp 7 juta untuk tiga rumah tersebut.
Sebab, kerusakan dinilai minim.
”Untuk pengerjaannya dilakukan swadaya masyarakat,” ujarnya.
Tahun ini anggaran untuk renovasi rumah akibat bencana mencapai Rp 300 juta.
Rata-rata anggaran perbaikan satu rumah yang rusak ringan sampai rusak sedang dijatah maksimal Rp 10 juta.
Kalau kerusakannya parah bisa sampai Rp 15 juta. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana