BATU - Peternak sapi perah di Kota Batu berharap dilibatkan dalam program makan bergizi gratis (MBG).
Mengingat peternak sapi perah di Kota Batu merupakan salah satu produsen susu terbesar di Jawa Timur.
Mereka berharap susu lokal akan menjadi salah satu komponen dari menu MBG yang sudah mulai berjalan ini.
Baca Juga: Peternak Sapi Perah Kota Batu Perketat Quality Control Produksi Susu
Ketua KUD Kota Batu Ismail Hasan mengatakan pemberdayaan peternak sapi perah untuk menyuplai kebutuhan susu dalam program MBG akan berdampak baik terhadap ekonomi masyarakat.
Permintaan susu yang tinggi membuat harga jual susu akan semakin mahal.
Namun, pihaknya menyebut akan menyediakan harga khusus untuk pemerintah.
Baca Juga: Peternak Kota Batu Berharap Bantuan 1.000 Bibit Sapi Unggul dari Luar Negeri
“Dengan begitu kesejahteraan peternak juga bisa meningkat,” ungkapnya.
Ismail memastikan susu dari para peternak yang menjadi anggota KUD Kota Batu memiliki kualitas yang baik.
Apalagi jika ke depan benar-benar akan menjadi mitra pemerintah dalam menyuplai kebutuhan susu MBG.
Pasalnya, rantai distribusi susu akan semakin pendek.
Alias semakin cepat dikonsumsi.
Dia optimistis bisa memenuhi kebutuhan susu untuk semua pelajar di Kota Batu.
Apalagi sudah ada produk susu pasteurisasi.
Susu tersebut kuat bertahan di luar ruangan hampir seharian.
Sehingga distribusi dipastikan aman.
Selain itu, keamanan produk juga sudah terjamin.
“Produksi susu sudah memiliki izin BPOM,” ucap Ismail.
Padahal izin produk susu cukup sulit didapatkan.
Beruntung KUD Batu sudah berhasil mengantonginya.
Anggota peternak KUD mampu memproduksi sekitar 17 ton susu per hari.
Sebanyak 25-35 persen dari produksi tersebut diolah secara mandiri menjadi produk turunan.
Mulai dari susu pasteurisasi hingga es krim.
”Kalau dilibatkan dalam program MBG, itu akan membuat produksi susu yang diolah sendiri semakin banyak,” pungkasnya. (iza/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana