BATU - Berbagai spot dan wahana di Durian Fantasi (Dufan) dirancang khusus untuk memanjakan pengunjung.
Pengunjung tak hanya bisa menikmati waktu luang untuk bersantai atau menyantap durian dan aneka olahannya.
Namun, disana juga tersedia spot foto yang instagramable.
Baca Juga: Penuh Lampu Pemandangan Malam Dufan Kota Batu seperti Dunia Avatar
Itu membuat Dufan benar-benar jadi surganya pencinta durian.
Hal itu diakui Wali Kota Batu ke-4 Dewanti Rumpoko.
Meski baru pertama kali berkunjung, dia sangat menikmati segala sajian yang ada di sana.
Baca Juga: Dufan Kota Batu Segera Launching Dua Ruang Edukasi Durian dan Alpukat
“Saya memang pencinta durian, jadi tempat ini sangat cocok dengan selera saya,” terangnya.
Saat berkunjung, Dewanti menyantap beberapa jenis durian.
Mulai durian lokal hingga musang king.
Kelembutan tekstur dan rasa manis durian yang ia makan membuat Wali Kota Batu periode 2017-2022 itu merasa tak salah memilih destinasi wisata kuliner durian dan olahan nya.
“Saya berharap stok durian ngantang bisa diperbanyak. Itu sekaligus untuk mengangkat pamor durian lokal kita,” ungkapnya.
Dewanti juga menyempatkan berkeliling menikmati berbagai spot di Dufan.
Dia tak lupa mengabadikan momen kebersamaannya dengan sejumlah rekannya di sana.
Keberadaan jalan layang tak pelak membuatnya terkagum.
“Kota Batu memang ikonik dengan view-nya yang indah dan Dufan memanfaatkan itu dengan baik,” tandanya.
Hal yang sama juga disampaikan salah seorang wisatawan asal Surabaya, Farida.
Dia mengaku sengaja datang ke Kota Batu untuk berkunjung ke Dufan.
Itu lantaran Dufan tengah ramai berseliweran di media sosial.
Kebetulan Farida dan keluarga juga pencinta durian.
“Makanya kami tertarik untuk datang,” tuturnya.
Farida juga terkesan dengan adanya arena bermain anak.
Sehingga, ia bisa menikmati durian sembari tetap mengajak anak bermain.
Menurutnya, seluruh spot di Dufan sangat cocok dengan seleranya.
Usai mengabadikan momen, Farida juga mengunggahnya di media sosial.
“Kalau ada kesempatan pasti balik lagi ke sini,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana